logo


Harga Minyak Tergelincir ke Level Terendah, Pemicunya Ini

Harga minyak pun tertekan oleh rencana Iran yang ingin meningkatkan produksi dalam empat tahun ke depan.

9 Februari 2018 11:04 WIB

Ilustrasi, minyak mentah.
Ilustrasi, minyak mentah. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga minyak jatuh lagi ke level terendah dalam tujuh pekan, pada perdagangan Kamis. Hal ini dipicu kekhawatiran meningkatnya pasokan minyak dunia pasca rencana Iran mengumumkan menaikkan produksi dan produksi minyak mentah AS yang menembus rekor tertinggi.

Melansir Reuters, Jumat (9/2/2018), harga minyak mentah berjangka Brent turun 70 sen atau 1,1 persen ke posisi US$ 64,81 per barel. Harga tersebut yang terendah sejak 20 Desember 2017.

Sementara, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melorot 64 sen atau 1 persen ke level US$ 61,15 atau yang terendah sejak 2 Januari 2018. Penurunan tersebut terpanjang untuk harga minyak Brent sejak November 2017 dan WTI sejak April 2017.


Penguatan Dolar AS Sebabkan Harga Minyak Tergelincir

"Harga minyak tetap tertekan karena pelaku pasar terus mencerna laporan persediaan minyak," tutur Analis Energi Senior, Abhishek Kumar.

Sementara itu, Administrasi Informasi Energi AS (EIA), menyatakan, produksi minyak mentah pada pekan lalu naik ke rekor tertinggi sebanyak 10,25 juta barel per hari (bpd).

Dalam laporannya, EIA memproyeksikan produksi minyak mentah AS akan mencapai rekor tertinggi dengan rata-rata 10,6 juta bpd pada 2018. Jumlah ini akan terus meningkat menjadi 11,2 juta bpd pada 2019, atau naik 9,3 juta barel per hari di 2017.

Produksi minyak mentah AS ini akan menyalip Arab Saudi sebagai produsen terbesar di Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of The Petroleum Exporting Countries/OPEC).

OPEC dan produsen minyak lainnya, termasuk Rusia telah memangkas produksi sejak Januari 2017. Tujuannya untuk menekan pasokan minyak mentah global. Akan tetapi, pemotongan produksi ini justru diimbangi dengan meningkatnya produksi minyak AS.

Harga minyak pun tertekan oleh rencana Iran yang ingin meningkatkan produksi dalam empat tahun ke depan. Tak hanya itu, harga minyak mentah merosot juga dipengaruhi adanya perbaikan jaringan pipa Forties di Laut Utara Inggris. Pipa tersebut membawa sekitar seperempat dari seluruh produksi minyak mentah Laut Utara dan sepertiga produksi gas alam lepas pantai Inggris.

 

Harga Minyak Sawit Melemah, HIP BBN Bulan Februari Turun Tipis

Halaman: 
Penulis : Riana