logo


DPR Akan Bahas Pemotongan Zakat ASN dengan Menteri Agama

Sodik menilai, langkah pemerintah tersebut dapat dipahami sebagai upaya untuk membantu Baznas dalam memobilisasi zakat

8 Februari 2018 17:43 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mujahid. Dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, pihaknya akan membahas wacana kebijakan Kementerian Agama (Kemenag) yang akan memungut zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim sebesar 2,5 persen yang dipotong dari jumalah gaji yang diterimanya.

“Kita akan bahas dengan Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam waktu dekat ini,” ujar Sodik di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (8/2).

Menurutnya, soal zakat sendiri sebenarnya telah diatur dalam UU no 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat yang menegaskan bahwa lembaga yang berwenang melakukan pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat adalah Baznas.


Gaji PNS Dipotong untuk Zakat, Mahfud: Gimana Kalau Gajinya Belum Memenuhi Syarat

“Jadi jelas dalam hal ini bukan pemerintah,” tuturnya.

Dalam hal ini, Sodik menilai, langkah pemerintah yang sedang mempersiapkan peraturan presiden (Perpres) tentang pungutan zakat bagi ASN yang beragama Islam dapat dipahami sebagai upaya untuk membantu Baznas dalam memobilisasi zakat dan mendorong ASN muslim untuk membayar kewajiban membayar zakat.

Namun, kata Sodik, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Dimana, yang pertama adalah manajemen zakat termasuk distribusi dan pendayagunaan zakat tetap dilakukan oleh Baznas dengan mustahiq (yang berhak menerima zakat) sesuai dengan syariah dan UU No.23 dan bukan mustahiq menurut pemerintah saja.

Kemudian, catatan yang kedua tentang penetapan batas Nishab dimantabkan hukum dan angka terbaiknya melalui fatwa MUI.

“Dan catatan yang terakhir, Perpres tersebut harus memberi kelonggaran kepada ASN muslim yang sudah biasa membayar zakat di tempat lain,” tutup Sodik.

Gaji PNS Dipotong untuk Zakat, Fadli: Nanti Dipakai Buat Bikin Beton dan Sebagainya, Nggak Usahlah!

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana