logo


Ini Kekhawatiran Pengusaha Jika Harga Batu Bara Dipatok Terlalu Rendah

PT PLN (Persero) beberapa waktu lalu meminta harga batu bara khusus di bawah harga pasar untuk kebutuhan pembangkit listrik.

7 Februari 2018 10:36 WIB

Batu bara.
Batu bara. dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Pandu Patria Sjahrir, mengaku, pihaknya khawatir terjadi pengurangan investasi dan tenaga kerja jika harga batu bara untuk dalam negeri alias domestic market obligation (DMO) dipatok terlalu rendah.

Sebagaimana diketahui, PT PLN (Persero) beberapa waktu lalu meminta harga batu bara khusus di bawah harga pasar untuk kebutuhan pembangkit listrik.

"Karena perusahaan batu bara enggak investasi atau kurangin tenaga kerja pasti. Karena orang enggak JobsDB (mencari kerja) 14 tahun lagi, malah 2-3 tahun lagi," beber Pandu di Jakarta, Selasa (6/2).


Daftar 9 Perusahaan Tambang Mineral yang Belum Lakukan Amandemen Kontrak

Terlebih, lanjut Pandu, cadangan batu bara yang diperkirakan bertahan hingga puluhan tahun ke depan pun perlahan habis dalam waktu lebih cepat dari perkiraan karena kebijakan harga tersebut. Akibatnya, kebutuhan batu bara dalam negeri dipasok dari luar negeri.

"Jadi, mau minta harga US$ 60 (per metric ton) silakan saja, tapi isunya itu 2032 bakal impor. 14 tahun memang masih jauh tapi deket loh, 14 tahun lagi jadi importir batu bara," kata Pandu, dikutip dari detikfinance.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Gatot Ariyono, mengatakan, keinginan PLN untuk mematok harga batubara DMO untuk PLTU masih di evaluasi.

Lagi pula, kata Bambang, pemerintah belum berbicara lebih jauh kepada perusahaan pertambangan, khususnya pertambangan batubara, untuk menerapkan permintaan PLN itu.

"Seperti apa dan kapannya (penerapannya), masih dievaluasi, masih dalam diskusi, karena stakeholder banyak dan harus dibicarakan semua, terang Bambang di Kantor Kementerian ESDM , Jumat (2/2) lalu.

Pada intinya, sambung Bambang, apabila harga batubara DMO ini jadi diterapkan, diharapkan tidak merugikan kedua pihak, yakni PLN dan perusahaan batubara. Bambang mengatakan, dia belum tahu apakah perusahaan batubara akan terdampak atas penerapan harga batubara DMO.

“Yang jelas, keputusan apakah skema harga batubara DMO akan diterapkan atau tidak, ada di tangan Menteri ESDM. Harapannya ya, baik-baik semua. Baik untuk perusahaan batubara, baik dan PLN juga,” pungkas Bambang.

 

Pengamat Sebut Ada kerancuan Hukum dalam Holding BUMN Pertambangan

Halaman: 
Penulis : Riana