logo


Sarankan BEM UI Terima Tawaran Jokowi, Ade: Buktikan Dirinya Bukan Pengecut

Ade menyebut hal itu agar bisa melakukan kajian multi-aspek tentang kelaparan di daerah itu

7 Februari 2018 07:30 WIB

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando
Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COMDosen Universitas Indonesia, Ade Armando, menanggapi sikap Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, yang menolak diberangkatkan oleh Presiden Joko Widodo ke Asmat, Papua. Zaadit mengaku tengah mengumpulkan donasi untuk bantuan kepada warga Asmat.

Ade menyarankan Zaadit untuk menerima tawaran Jokowi tersebut agar bisa melakukan kajian multi-aspek tentang kelaparan di daerah itu.

"Untuk membuktikan bahwa dirinya bukan pecundang dan pengecut, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa dan kawan-kawan sebaiknya segera menyambut tawaran Presiden untuk berangkat ke Asmat dan melakukan kajian multi-aspek tentang kelaparan di daerah itu," dikutip dari unggahan Ade di Facebook pada hari Rabu (7/2).


Tolak Diberangkatkan Jokowi ke Asmat, BEM UI Kumpulkan Donasi untuk Berangkat Sendiri

Ade mengatakan, kedatangan BEM UI ke Asmat juga bisa memberikan bantuan dan terlibat dalam program pembangunan berkelanjutan di Papua.

"Syukur-syukur kalau bisa memberikan bantuan, tawaran solusi, dan terlibat dalam program pembangunan berkelanjutan di Papua," ujarnya.

"Ayo Zaadit, kamu buktikan bahwa mahasiswa UI bisa!" lanjut Ade.

Seperti diketahui, Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa, menolak diberangkatkan ke Asmat oleh Jokowi. Ia mengatakan ingin berangkat dengan biaya sendiri.

"Jangan sampai uang negara cuma digunakan untuk memberangkatkan mahasiswa. Biarkan kami menggunakan uang kami sendiri untuk berangkat ke Asmat," kata Zaadit seperti dikutip dari detikcom pada hari Selasa (6/2).

Soal Kartu Kuning BEM UI, Moeldoko Sebut Kenakalan Anak-anak

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata