logo


DPR RI: Kami Ingatkan Pemerintah untuk Jaga Tarif Listrik

Politisi PKS ini juga mendorong Pemerintah menentukan formula penerapan tarif listrik yang menunjang stabilitas harga listrik.

6 Februari 2018 20:06 WIB

Ilustrasi petugas PLN memperbaiki jaringan listrik.
Ilustrasi petugas PLN memperbaiki jaringan listrik. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi VII DPR RI, Rofi Munawar meminta pembahasan antara pemerintah dan industri untuk menerapkan patokan harga batubara dalam negeri atau domestik market obligation (DMO) bagi pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak boleh memberatkan konsumen akhir (end user). 

"Tarif listrik Indonesia dengan harga batu bara yang berlaku saat ini cukup kompetitif. Dipastikan ada disparitas harga jika pemerintah dan industri menyesuaikan harga tersebut dengan apa yang terjadi di pasar global. Tentu perlu mekanisme yang lebih bijak, untuk menghindari biaya pokok penjualan (bpp) yang berpotensi membebani konsumen akhir" ujar  Rofi Munawar di Jakarta (6/2). 

Rofi meminta konflik harga yang terjadi antara  PLN, pemerintah dan industri terhadap harga yang terbentuk melalui mekanisme pasar harus segera diselesaikan dengan cermat dan jangan sampai mengganggu pasokan listrik nasional. 


PLN Disjaya Lakukan Pemadaman Listrik di 34 Wilayah Jakarta yang Terdampak Banjir

"Kami ingatkan Pemerintah untuk konsisten menjaga tarif listrik tidak naik agar daya beli masyarakat tidak menurun dan industri dalam negeri bisa berjalan dengan baik. Apalagi Pemerintah telah berkomitmen tarif listrik tidak naik hingga Maret 2018" tuturnya.

Politisi PKS ini juga mendorong Pemerintah menentukan formula penerapan tarif listrik yang menunjang stabilitas harga listrik. Memasukkan harga komoditas berdasarkan harga internasional dalam formula adalah langkah yang cukup beresiko karena volatilitasnya yang cukup tinggi dan tidak bisa diintervensi oleh pemerintah. 

"Di sisi lain, keberlanjutan industri terkait (dalam hal ini batu bara) juga harus diperhatikan. Penetapan harga nasional di bawah harga internasional dirasa masih jadi opsi terbaik mengingat industri batu bara sudah mengalami untung besar akibat kenaikan HBA, dan pos pemanfaatan dalam negeri yang hanya 25%." ulasnya. 

Dalam hal ini, Rofi juga mendorong pemerintah untuk terus melakukan diversifikasi energi ke arah energi baru terbarukan. Sebagaimana diketahui, meski belum mencapai targert kontribusi EBT terutama air, panas bumi, dan bioenergi pada pembangkit listrik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun per 2017 penggunaan energi baru terbarukan baru menyumbang 11 % dari total konsumsi energi primer nasional. 

"Dengan kondisi harga komoditas batubara yang volatile, percepatan pertumbuhan EBT mutlak diperlukan" pungkasnya.

Langkah Jitu PLN Jaga Pasokan Listrik Saat Banjir Melanda Ibu Kota

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Ratna Wilandari