logo


Merasa Difitnah, SBY: Belum Saatnya Saya Buka, Bisa Geger Nanti

SBY tak ingin main tuduh siapa dalang di balik skema fitnah ini.

6 Februari 2018 16:41 WIB

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangannya pada acara diskusi mengenai sistem integritas partai politik di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (13/9).
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pandangannya pada acara diskusi mengenai sistem integritas partai politik di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (13/9). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), laporkan Firman Wijaya, pengacara Setya Novanto, ke Bareskrim Mabes Polri pada hari Selasa (6/2). Pasalnya, SBY merasa difitnah dengan pernyataan Firman dan mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir. SBY merasa dituduh mengintervensi proyek e-KTP yang belakangan terjadi korupsi senilai Rp 2,3 triliun.

"Ada apa dengan semuanya ini, ini skenario siapa, konspirasi model apa di tahun politik jelang pemilihan umum 2019. Inilah yang harus kita ungkap. Inilah perjuangan saya, jihad saya untuk dapatkan keadilan di negeri yang sangat saya cintai ini. Mungkin panjang, tapi akan saya tuntut sampai kapanpun juga," kata SBY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi, Jakarta, pada hari Selasa (6/2).

SBY menekankan, dirinya tidak ingin main tuduh siapa dalang di balik skenario fitnah ini. Meskipun SBY mengaku sudah memperoleh informasi tentang cikal bakal isu ini yang disusun oleh pihak tertentu.


Soal Nama SBY yang Mencuat dalam Isu E-KTP, Gamawan Fauzi: Jangan Dibesar-besarkan

"Saat ini saya memilih untuk tidak dulu main tuduh kepada siapapun, meskipun saya tahu mendapatkan informasi. Menjelang persidangan diman terjadi tanya jawab antara Firman Wijaya dan Mirwan Amir ada sebuah pertemuan dihadiri sejumlah orang dan katakanlah itu jadi cikal bakal munculnya sesuatu yang mengagetkan di ruang persidangan," ujar SBY

SBY menyebut kasus ini sebagai jihad dirinya sebagai warga negara yang mencari keadilan. Dia percaya, Bareskrim, Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pihak yang netral.

"Tapi sepengetahuan saya, informasi yang saya miliki, belum waktunya saya buka dan bisa bikin geger nanti. Para kader tahu ini tahun politik menuju Pemilu 2019 hancur negara kita kalau politik ini makin tidak beradab, memfitnah lawan politik tanpa beban," tambahnya.

SBY Diseret ke Kasus e-KTP, Demokrat Laporkan Firman Wijaya

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha