logo


Pertamina Minta Masyarakat Turut Berantas Praktik Pengoplosan LPG

Pengoplosan LPG merupakan tindakan yang sangat berbahaya

6 Februari 2018 10:30 WIB

Ilustrasi: Tersangka pengoplos gas memperagakan cara memindahkan isi tabung gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram
Ilustrasi: Tersangka pengoplos gas memperagakan cara memindahkan isi tabung gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram Wartakota

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Pertamina (Persero) mengapresiasi kinerja kepolisian terkait pengungkapan praktik penyalahgunaan pengoplosan LPG di beberapa daerah di Indonesia. Terkait hal itu, Dian Hapsari Firasati, Unit Manager Communication and CSR MOR III, pun mengimbau masyarakat ikut berperan memberantas aksi pengoplosan LPGtersebut.

“Pengoplosan LPG merupakan tindakan yang sangat berbahaya. Pembukaan dan penyuntikan secara paksa yang tidak sesuai prosedur aman bisa mengakibatkan kecelakaan. Hal ini sangat berisiko baik untuk pelaku dan pengguna selanjutnya,” ungkap Dian di Jakarta, Senin (5/2).

Lebih jauh, Dian menuturkan bahwa Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan, jika menemukan adanya tindakan yang dicurigai sebagai penyalahgunaan di sekitarnya.


Pertamina Apresiasi Aparat Ungkap Pengoplosan LPG di Medan

"Dukungan masyarakat yang mewaspadai lingkungan sekitarnya tentu sangat membantu kepolisian dalam menindak para pelaku penyalahgunaan LPG seperti ini," tandasnya.

Dian mengingatkan, LPG 3 kg merupakan barang yang disubsidi negara. Sehingga penggunaannya pun diatur hanya untuk masyarakat tidak mampu.‎ Dengan adanya penyalahgunaan membuat masyarakat tidak mampu yang seharusnya menerima LPG 3 kg jadi kesulitan. Di sisi lain, negara juga merugi karena mengeluarkan subsidi.

‎"Sekali lagi, pengoplosan sangat berbahaya baik bagi para pelaku maupun masyarakat umum sebagai pengguna selanjutnya. Kami pun mengimbau, apabila masyarakat menemukan adanya tindakan yang dicurigai sebagai penyalahgunaan dapat menghubungi contact center kami di 1 500 0000," tuntas dia.

 

Pertamina Dukung Kebijakan Kalteng Larang Warga Bergaji di Atas Rp 1,5 Juta Pakai LPG 3 Kg

Halaman: 
Penulis : Riana