logo


Kasus Guru Tewas Dianiaya Siswa, DPR: Tamparan Keras Dunia Pendidikan Indonesia

Dadang berharap, pelaku diberikan hukuman yang setimpal sehingga kejadian ini tidak berulang di kemudian hari

5 Februari 2018 12:33 WIB

Politisi Hanura Dadang Rusdiana.
Politisi Hanura Dadang Rusdiana. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi X DPR RI, Dadang Rusdiana, mengungkapkan rasa prihatinnya atas tewasnya seorang guru di SMAN 1 Torjun Sampang Madura yang dianiaya oleh muridnya sendiri.

“Kita prihatin yang mendalam atas kejadian yang menimpa Pak Ahmad Budi Cahyono. Guru yang dengan segala keterbatasan gaji mengalami nasib yang mengenaskan, meninggal karena kekerasan siswa,” ujar Dadang kepada Jitunews.com, Senin (5/2).

Lebih jauh, Dadang menilai bahwa kasus penganiayaan tersebut merupakan bentuk tamparan keras dunia pendidikan di Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini masih ditemukan murid yang berlaku tidak sopan terhadap para pendidiknya.


Guru SMA Meninggal Dianiaya Siswa, Anang Hermansyah: Ada Masalah Serius di Sektor Pendidikan Kita

“Tentu itu tamparan bagi muka pendidikan di Indonesia, masih ada murid yang kurang  ajar seperti itu kepada guru yang telah mendidiknya dengan penuh keikhlasan,” tuturnya.

Politisi Hanura ini berharap, pelaku diberikan hukuman yang setimpal sehingga kejadian ini tidak berulang di kemudian hari.

Selain itu, Dadang menyarankan, agar keluarga turut mengambil peran yang besar dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini dikarenakan terjadinya kekerasan terhadap guru yang dilakukan oleh siswanya tidak melulu tanggung jawab dari sekolah.

“Pendidikan keagamaan kan masih ada, juga dikuatkan dengan pendidikan budi pekerti di sekolah. Pendidikan keluarga dan lingkungan juga memegang peran yang cukup besar. Jadi pendidikan formal non formal serta informal harus bergerak simultan dalam mewujudkan anak bangsa yang berakhlak baik,” pungkasnya.

Respon Ketua DPR Terkait Tragedi Penganiayaan Guru oleh Siswa di Madura

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana