logo


ICP Januari 2018 Naik Sebesar USD 4,69 Per Barel

Peningkatan rata-rata minyak mentah Indonesia tersebut, sesuai dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.

5 Februari 2018 12:13 WIB

Ilustrasi, minyak mentah.
Ilustrasi, minyak mentah. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hasil perhitungan rata-rata harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) Januari 2018 mencapai USD 65,59 per barel atau naik sebesar USD 4,69 per barel dari USD 60,90 per barel pada Desember 2017.

Peningkatan rata-rata minyak mentah Indonesia tersebut, sesuai dengan perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional.

"Peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu kesepakatan pembatasan produksi antar negara-negara OPEC dan Non OPEC di akhir bulan November 2017," tulis keterangan resmi Ditjen Migas Kementerian ESDM seperti dikutip dari migas.esdm.go.id, Senin (5/2).


Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Pengelolaan Subsidi

Lebih lanjut, berdasarkan laporan EIA (Energy Information Administration)-USA di Januari 2018, tingkat stok minyak mentah komersial Amerika Serikat selama Januari 2018 mengalami penurunan dibandingkan dengan stok di Desember 2017 sebesar 6,1 juta barel, dari 424,5 juta barrel menjadi 418,4 juta barel.

Tingkat stok distillate fuel oil Amerika Serikat selama Januari 2018 mengalami penurunan dibandingkan dengan stok di Desember 2017 sebesar 0,9 juta barel, dari 138,8 juta barel menjadi 137,9 juta barel.

"Meningkatnya permintaan heating oil di Amerika Serikat akibat musim dingin menjadi faktor lainnya," demikian menurut Tim Harga Minyak Indonesia.

Selain itu, melemahnya nilai tukar dollar AS dibandingkan mata uang lainnya khususnya Euro.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi antara lain, meningkatnya permintaan minyak di Vietnam bersamaan dengan menurunnya suplai minyak di negara tersebut. Selain itu meningkatnya crude oil throughput pada refinery di Korea Selatan, Taiwan dan Cina, serta terjadinya ledakan pada gasoil production unit yang memproduksi 200.000 bpd di Taiwan.

Berikut perbandingan harga minyak internasional:

- Dated Brent naik sebesar USD4,99 per barel dari USD64,19 per barel menjadi USD69,18 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar USD4,99 per barel dari USD64,09 per barel menjadi USD69,08 per barel.
- WTI (Nymex) naik sebesar USD5,72 per barel dari USD57,95 per barel menjadi USD63,67 per barel.

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik, Jonan Siap Evaluasi Harga BBM

Halaman: 
Penulis : Riana