logo


Target Pertumbuhan Ekspor Direvisi, Naik Menjadi 11%

Kemendag akan menyusun skema imbal dagang dengan melibatkan para eksportir dan importir.

3 Februari 2018 15:12 WIB

Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita
Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita Jitunews/Siprianus Jewarut

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Perdagangan merevisi target pertumbuhan ekspor dari semula 5-7% meningkat menjadi 11%. Revisi target peningkatan ekspor ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di acara penutupan Rapat Kerja Kemendag yang berlangsung hari ini, Jumat (2/2) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Revisi target pertumbuhan ekspor ditetapkan atas berbagai masukan dari Raker Kemendag yang berlangsung pada 31 Januari-2 Februari 2018.

"Beberapa faktor yang dapat mendorong pencapaian target pertumbuhan ekspor sebesar 11% yaitu kondisi pemulihan ekonomi global, perbaikan harga komoditas di pasar internasional seperti batu bara, kemenangan Indonesia atas tudingan antidumping produk biodiesel oleh Uni Eropa, pembukaan pasar nontradisional di Afrika dan Asia Selatan, serta hasil evaluasi dari Atase Perdagangan dan International Trade Promotion Centre (ITPC) di kantor perwakilan perdagangan di luar negeri,” jelas Enggartiasto melalui rilis Kementerian Perdagangan, Jumat (2/2/2018).


Tingkatkan Daya Saing Kerajinan Perak, Kemendag Gandeng ANTAM

Upaya lain yang akan dilakukan Kemendag adalah menyusun skema imbal dagang dengan melibatkan para eksportir dan importir.

"Kemendag akan membentuk tim imbal dagang dan mengajak para pengusaha untuk melakukan ekspor dengan skema ini," jelasnya.

Selain itu, Enggartiasto juga menekankan pentingnya melakukan pembenahan regulasi yang dapat menghambat ekspor melalui perjanjian perdagangan dengan negara lain.

Enggartiasto juga mengingatkan tentang perintah Presiden Joko Widodo yaitu Kementerian/Lembaga harus dapat menghilangkan ego sektoral dan menyamakan pemikiran serta persepsi yang sama untuk kepentingan nasional.

Menurut Enggartiasto, Kemendag juga akan mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengintegrasikan jadwal promosi di sepanjang tahun 2018 kepada Kementerian/Lembaga lainnya.

Ini dimaksudkan agar promosi yang dilakukan menjadi lebih maksimal. Evaluasi terhadap perwakilan perdagangan di luar negeri juga akan dilakukan secara terus menerus.

“Atase Perdagangan dan ITPC merupakan ujung tombak peningkatan ekspor Indonesia. Untuk menggarap pasar di negara potensial, Kemendag berencana membuka kantor Atase Perdagangan dan ITPC di Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar,” imbuh Mendag Enggartiasto.

Sementara itu, di sektor perdagangan dalam negeri, Kemendag memberikan tiga catatan dalam program pembangunan/revitalisasi pasar rakyat, yang menjadi salah satu mandat Presiden Joko Widodo.

Pertama, Kementerian Perdagangan menargetkan pembangunan/revitalisasi pasar hingga mencapai lebih dari 4.000 unit pasar rakyat di tahun 2018. Setiap pasar rakyat akan dilengkapi dengan informasi harga komoditas. Selain itu, pembangunan/revitalisasi pasar rakyat secara secara fisik akan dilakukan sesuai standar protipe dengan memasukkan unsur budaya lokal.

Dalam program ini, ke depannya Kemendag berencana mengadopsi aplikasi yang digunakan di kota Pontianak. Aplikasi itu memungkinkan masyarakat mengetahui harga komoditas dari berbagai semua pasar di kota Pontianak.

"Penerapan aplikasi tersebut akan menciptakan persaingan positif bagi para pedagang dan akan menguntungkan konsumen,” tandas Enggartiasto.

Jokowi Kesal Ekspor Indonesia Kalah dengan Negara Tetangga, Menteri: Memang PR Kita Tidak Banyak untuk Genjot Ekspor RI?

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas