logo


"Masa Pak Jokowi Masuk ke Kampus Saya di UI Bawa Tentara dan Polisi, Itu Memalukan!"

Kata Fahri, Jokowi harus menggunakan sistem pengamanan yang paling minimal dan diutamakan menggunakan operasi intelijan bukan malah memperbanyak pasukan TNI dan Polisi.

2 Februari 2018 14:39 WIB

Fahri Hamzah.
Fahri Hamzah. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, memprotes keras langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membawa Polisi dan TNI untuk mengamankan dirinya saat melakukan kunjungan ke Universitas Indonesia  (UI) untuk menyampaikan pidato di acara Dies Natalis ke-68 UI.

“Saya protes itu, masa Pak Jokowi masuk ke kampus saya di UI bawa tentara dan polisi, itu memalukan. Itu nggak boleh, itu tempat orang berpikir. Ngapain bawa tentara-tentara kayak begitu,” ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Jumat (2/2).

Fahri menilai, hal tersebut merupakan pelanggaran akademik. Menurutnya, apabila Jokowi tidak berani untuk didemo, seharusnya Jokowi mengurungkan niatnya untuk mendatangi perguruan tinggi yang menyandang nama Indonesia itu.


Kritisi Pidato Kapolri, Fahri Hamzah: Pejabat Tidak Boleh Buta Sejarah

“Itu pelanggaran kebebasan akademik. Kalau enggak berani didemo enggak usah masuk kampus dong. Ini mati kita kalau kayak begini hawa kita bernafas enggak ada. Zaman dulu kita kejar itu tentara kalau masuk-masuk bawa panser,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Fahri, Jokowi harus menggunakan sistem pengamanan yang paling minimal dan diutamakan menggunakan operasi intelijen bukan malah memperbanyak pasukan TNI dan Polisi.

“Ke kampus itu datang dengan sistem pengamanan minimal yang melekat kepada presiden. Dan utamakan operasi intelijen. Karena kehadiran simbol kekusaan di kampus itu simbolisasi represi terhadap kebebasan akademik. Itu yang saya sedihkan,” pungkasnya.

Soal Pasal Penghinaan Presiden, Fahri: Manusia Bukan Simbol Negara, Jangan Menyakralkan Diri

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Riana