logo


Setya Novanto Juga Tersangkut Kasus Bakamla?

"BBM saya semalam spt ini. Mas bisa mampir ke rumah. Banyak yang mengusulkan sampean diganti panggar komisi 1."

31 Januari 2018 16:24 WIB

Setya Novanto.
Setya Novanto. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Belum usai dengan perkara korupsi E-KTP, mantan Ketua DPR, Setya Novanto kembali terseret dalam pusaran kasus suap. Kali ini di pengadaan proyek Badan Keamanan Laut (Bakamla). Pada tahun 2016 ada tujuh proyek pengadaan di Bakamla namun hanya tiga pengadaan saja yang disetujui yakni alat satelit monitoring, backbone monitoring (command center untuk integrasi semua data satelit), dan long range camera.

Untuk anggaran untuk proyek drone di Bakamla-RI sebesar Rp 500 miliar sementara pengadaan alat satelit monitoring sebesar Rp 400 miliar namun Kementerian Keuangan memangkas anggaran untuk kementerian lantaran efisiensi. 

Anggota Komisi I DPR, Fayakhun Andriadi mendesak vendor proyek di Bakamla segera menuntaskan dana agar dia tidak dipindah dari posisi sebagai panitia anggaran di Komisi I DPR.


Fahri Hamzah Sebut Pernyataan Mirwan Membuka Fakta Lain Kasus e-KTP

Desakan politisi Golkar itu terungkap saat jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan transkrip percakapan antara Fayakhun dengan Managing Director PT Rohde & Schwarz Indonesia, Erwin Arief.

"Sn: BBM saya semalam spt ini. Mas bisa mampir ke rumah. Banyak yang mengusulkan sampean diganti panggar komisi 1," tulis SN atau Setya Novanto.

"Pindah mas. Tolong sampaikan ke FS (Fahmi Saidah) itu kaitannya dengan saya memberikan tambahan ke Bakamla. Saya dimintai segera beresin. Ini adalah hubungan baik saya dengan bro," ujar Fayakhun kepada Erwin lewat Whatsapp pada 23 Juli 2016.

Jaksa penuntut umum pada KPK, Kiki Ahmad Yani mengonfirmasi pernyataan Fayakhun dalam percakapan tersebut. Fayakhun menjawab tidak tahu. Ketua DPD Golkar wilayah DKI Jakarta itu mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Erwin seperti yang ditampilkan jaksa penuntut umum.

"Saya tidak pernah menulis itu. Saya juga tidak memanggil Erwin itu bro tapi Win," ujar Fayakhun, Rabu (31/1).

Jaksa bergeming atas respons Fayakhun. Jaksa kembali menampilkan transkrip percakapan Erwin yang intinya agar Fahmi Darmawansyah atau lebih dikenal Fahmi Saidah segera merealisasikan jatah proyek Bakamla. Dalam percakapan tersebut menggambarkan kekhawatiran Fayakhun terhadap Setya Novanto.

"Erwin dan FS. Segera yang Bakamla 1550 diselesaikan, Senin saya sudah sampai Jakarta saya beresin ke SN. Kalau sampai enggak beres saya selesai sampai di sini bro. Abis saya," ujar Fayakhun saat itu.

"Bro tolong asap. Saya sdh diperintah SN untuk ketemu Saidah (FS), asap. Saya sudah diledek tadi: kan selama ini Saidah temenmu kan? Kan elo yang belain selama ini. Masa susah diajak ketemu? Saya malu bro," imbuhnya.

Terhadap Fahmi Darmawansyah atas FS, Fayakhun mengaku tidak mengenal cukup baik sosok suami artis Inneke Koesherawati tersebut. Namun keduanya berteman dan tetap saling mengenal.

Hadapi Praperadilan Fredrich Yunadi, KPK: Bukti Kita Kuat

Halaman: 
Penulis : Uty Saifin Nuha