logo


Disebut Ormas Radikal di Survei, FPI: Umat Bisa Bedakan Mana Survei Murni dan Pesanan

Juru bicara FPI, Slamet Maarif mengaku menghargai survei tersebut

30 Januari 2018 16:57 WIB

Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif
Ketua Presidium Alumni 212, Slamet Maarif Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMFront Pembela Islam (FPI) disebut sebagai salah satu ormas radikal oleh sebuah survei. Salah satu poin dalam survei tersebut menyatakan muslim Indonesia tidak suka terhadap ormas radikal. 

Juru bicara FPI, Slamet Maarif mengaku menghargai survei tersebut. Ia juga paham akan hasil survei yang dipublikasikan.

"Kami menghargai hasil survei yang ilmiah dan kami juga paham betul dengan siapa yang buat survei. Nggak kaget kami," kata Slamet, pada hari Selasa (30/1).


Soal Kepulangan Rizieq Shihab, Polisi: Setiap Hari Kami Cek Manifes Terkait Rizieq

Slamet menyebut, umat sudah cukup cerdas untuk membedakan motif dilakukkanya survei-survei.

"Nggak (ada tanggapan lagi)-lah, umat juga sudah cerdas mana survei murni, mana survei pesanan," tutur Slamet.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) dengan didukung UN Women dan Wahid Foundation menghasilkan data umat yang tidak suka dengan ormas radikal. FPI termasuk dalam kategori tersebut bersama ISIS, Jamaah Islamiyah, Al-Qaedah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), DI/NII, Jamaah Anshar Daulah (JAD), dan Laskar Jihad.

Pengamat: Habib Rizieq Tak Punya Nyali Makanya Lari

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata