logo


Bupati Turun Gunung Benahi Kualitas Waduk Jatiluhur

Karena kebanyakan jumlah maka perlu dilakukan penertiban. Hal ini sudah melebihi kapasitas daya tampung.

6 Januari 2015 14:02 WIB

bisnis keramba apung ikan
bisnis keramba apung ikan

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Keberadaan ratusan keramba ikan liar di waduk Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat, membuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi turun gunung. Dia pun bertekad untuk menyelesaikan masalah itu dengan cara mengembalikan kualitas debit air di waduk dengan melakukan penertiban.

Seperti diberitakan, saat ini tingkat kualitas air di waduk terus menurun. Bayangkan saja kini jumlah kolam jaring apung (KJA) sebanyak 20.700. Jumlah tersebut sudah melebihi kapasitas yang ada. Padahal dulu masih 3.000 KJA.

Karena kebanyakan jumlah tersebut maka perlu dilakukan penertiban. Hal ini sudah melebihi kapasitas daya tampung. “Selebihnya harus ditarik dan diangkat dari waduk Jatiluhur,” tandasnya.


KKP Salurkan 49 Ton Ikan untuk Masyarakat Jawa Timur

Menurutnya dalam melakukan penertiban itu, pihaknya akan menertibkan di zona terlarang. Bupati Dedi menilai hal tersebut terjadi akibat perizinan dan pengaturan di zona resmi yang tak tertib. Untuk itu, saat penertiban nanti, zona resmi yang harus disisir terlebih dulu.

Meski demikian, dia sendiri menyadari kalau petani KJA lokal terpaksa berada di zona terlarang karena tidak mendapatkan izin di zona resmi yang aturannya tidak jelas. “Petani KJA dari luar daerah menguasai zona resmi dengan memiliki 200-600 petak. Padahal sebagian dari mereka belum tentu mengikuti prosedur perizinan secara benar,” tuturya.

Tim Terpadu diketuai Bupati Dedi. Sedahgkan  Kepala Operasi Lapangan dipercayakan kepada Dandim 0619 Purwakarta, Kol. inf. Musa Haris. Pada pelaksanaannya nanti,  Tim Terpadu juga melibatkan unsur dari Polda Jabar, Polairut, Kejaksaan Negeri, dan PJT II Jatiluhur. Direncanakan, penertiban dilaksanakan pada Januari ini.

Nelayan dari Sabang sampai Merauke Dapat Kartu Asuransi

Halaman: 
Penulis : Ali Hamid