logo


Fahri Hamzah Sebut Pernyataan Mirwan Membuka Fakta Lain Kasus e-KTP

Fahri Hamzah yakin jika Setya Novanto bukanlah mastermind atau otak dari kasus korupsi proyek e-KTP

26 Januari 2018 17:36 WIB

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COMWakil Ketua DPR, Fahri Hamzah yakin jika Setya Novanto bukanlah mastermind atau otak dari kasus korupsi proyek e-KTP. Ia menanggapi pernyataan dari mantan polistisi Partai Demokrat, Mirwan Amir, saat menjadi saksi dalam sidang kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, pada Kamis (25/1).

"Mustahil menurut saya Setya Novanto, bukan partai penguasa. Hanya karena dia ketua fraksi, disebut sebagai mastermind inti dari kasus ini," kata Fahri, pada hari Jumat (26/1).

Pada sidang kemarin, Mirwan mengaku mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin jika ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP. 


Polisi Ditunjuk Jadi PJ Gubernur, Fahri: Mending Petinju Aja

Fahri menyebut pernyataan Mirwan tersebut membuka fakta jika ada pihak lain yang mengatur proyek e-KTP.

"Ada partai pemenang, ada orang hebat di Komisi II DPR, ada orang hebat di eksekutif," ujarnya.

Ia juga mencurigai ada upaya KPK untuk menyembunyikan peran satu kelompok untuk membuka peran kelompok lainnya. Fahri kemudian mencontohkan mantan politisi Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang sudah berbicara banyak mengenai proyek e-KTP tapi tidak dijerat oleh KPK.

"Yang jelas, saya mau mengatakan kelompok Nazaruddin adalah yang disembunyikan perannya. Karena Nazarudin sudah mengatakan, 'Saya adalah salah satu yang bermain di proyek e-KTP'. Tapi Nazar kemudian justru bebas. Justru tidak jadi tersangka," ujarnya.

Fahri juga menyoroti tim tender yang dibetuk pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia mengatakan, tim tersebut dipimpin oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto dan disupervisi langsung oleh Wakil Presiden Boediono.

"Lalu ada LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) yang lagi galak-galaknya, yang dipimpin Pak Agus Rahardjo (Ketua KPK saat ini)," kata Fahri.

Soal Kasus e-KTP, KOMPAK Tuntut KPK Tidak Tebang Pilih

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata