logo


Tambah Kapasitas Smelter, Freeport Siapkan Dana US$ 2,3 Miliar

Freeport akan menambah kapasitas smelter dari 1,6 juta ton konsentrat menjadi 2 juta ton

6 Januari 2015 10:53 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto (Ist)
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Freeport Indonesia berencana untuk menambah kapasitas pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Meski demikian, Freeport Indonesia menyatakan tak akan menambah nilai investasi di Indonesia.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B. Soetjipto mengatakan, Freeport akan menambah kapasitas smelter dari 1,6 juta ton konsentrat menjadi 2 juta ton konsentrat tembaga. Rencana tersebut pun telah diajukan kepada pemerintah dan saat ini pemerintah tengah melakukan pengkajian. Namun, kata Rozik, nilai investasi Freeport tidak akan mengalami peningkatan, yakni tetap berada di angka US$ 2,3 miliar.
 
“Nilai investasi hampir sama karena teknologi berbeda,” ujar Rozik di Jakarta, Senin (5/1).

Rozik menambahkan, pembangunan dan penambahan kapasitas smelter saat ini masih dalam proses perencanaan. Penambahan kapasitas smelter dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan produksi Freeport usai tahun 2021 nanti.

“Untuk menyesuaikan dengan kapasitas produksi konsentrat pasca 2021,” kata Rozik.


Rini Sebut Divestasi 51% Saham Freeport Selesai Bulan Ini

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) R. Sukhyar menjelaskan bahwa penambahan kapasitas smelter Freeport Indonesia rencananya akan dibangun di Gresik Jawa Timur, dan Freeport Indonesia akan melibatkan rekanan yang berbeda dalam proses pembangunan tersebut dari sebelumnya Autotech menjadi Mitsubishi.
“Ada pergantian partner membangun smelter dari Autotech jadi Mitsubishi,” tandas Sukhyar.

 

Hitung-hitungan Inalum, 2023 Puncak Pendapatan Freeport Indonesia Sebesar…

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan