logo


Polisi Ditunjuk Jadi PJ Gubernur, Fahri: Mending Petinju Aja

Ia juga menyebut jika kebijakan tersebut sangat mengganggu dan menimbulkan kecurigaan kepada masyarakat menjelang Pilkada

26 Januari 2018 16:13 WIB

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah. dpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COMMenteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengaku bahwa pihaknya yang mengusulkan polisi menjadi Plt Gubernur. Namun, usulan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo. Dua perwira tersebut menjadi Plt untuk mengisi kekosongan pimpinan saat Pilkada serentak 2018. 

Kebijakan tersebut mengundang reaksi dari Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. Menurutnya, Mendagri seharusnya menunjuk pejabat yang non-TNI/Polri untuk mengisi kekosongan kursi gubernur tersebut. 

"Kalau ada pejabat yang non-TNI/Polri, ya ditunjuk pejabat non-TNI/Polrilah. Masa sih enggak ada sipil yang jago dan yang bisa. Saya kan bisa juga kelihatan lebih tegas daripada polisi dan tentara kan. Masa di antara jutaan birokrat, enggak ada yang kelihatan punya kemampuan untuk mengendalikan dan mengomando daerah,” ujar Fahri di Gedung DPR RI, Jakarta, pada hari Jumat (26/1).


Dua Jenderal Polisi Jadi PJ Gubernur, Fahri: Terus Terang Mendagri Ini Agak Mengganggu

Ia juga menyebut jika kebijakan tersebut sangat mengganggu dan menimbulkan kecurigaan kepada masyarakat menjelang Pilkada.

Di akun Twitternya, Fahri juga kembali membahas soal penunjukan polisi untuk menjadi gubernur sementara. Ia membalas salah satu cuitan follower-nya. Akun bernama @andi_hpattera tersebut menyebut jika kebijakan tersebut menimbulkan kecurigaan hanya dari kalangan politik bukan rakyat.

"Ah itu omongan politikus2 kalo Raky gak ngurus siapapun yg jadi PLT yg penting bisa ngurus & jangan korup cc @fahrihamzah," dikutip dari akun @andi_hpattera, pada hari Jumat (26/1).

Fahri membalas cuitan tersebut dengan gurauan, dia menyebut jika PLT yang ditunjuk lebih baik petinju.

"Mendingan PLT nya petinju aja," balas Fahri Hamzah.

Tentang Plt Gubernur, Fahri Hamzah: Betulkah Tidak Melanggar UU?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata