logo


Jonan Ragukan Antam Kelola Tambang Bawah Tanah Freeport, Alasannya Ini

Antam, klaim Jonan, belum memiliki pengalaman dalam mengelola tambang sekompleks ini.

26 Januari 2018 13:31 WIB

Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua.
Area pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meragukan kemampuan PT Aneka Tambang (Antam) untuk mengelola tambang bawah tanah Grasberg yang kini dikelola PT Freeport Indonesia.

"Kalau diserahkan ke Antam, saya yakin tidak bisa karena expertise-nya enggak pernah ada," ungkap Jonan di Jakarta, Kamis (25/1) malam.

Jonan beralasan, tambang Grasberg adalah pertambangan tembaga bawah tanah dengan terowongan bawah tanah sepanjang 700 kilometer yang menjadikan tambang emas di Tembagapura ini menjadi tambang dengan design yang rumit. Sedangkan, Antam, klaim dia, belum memiliki pengalaman dalam mengelola tambang sekompleks ini.


Akan Kuasai Saham Freeport 10%, Papua Akan Bentuk BUMD Sendiri

"Di dunia pun ini one of the most complicated engineering design yang pernah dibuat untuk pertambangan bawah tanah," tutur Jonan.

Lebih lanjut, Jonan mengatakan, saat ini upaya pemerintah adalah menguasai 51 persen saham Freeport Indonesia dengan harga paling wajar. Salah satu caranya dengan membeli hak partisipasi perusahaan asal Australia, Rio Tinto di tambang Freeport Indonesia sebesar 40 persen.

"Sebesar 40 persen hak partisipasi ini bisa dikonversi menjadi saham pada 2021 seiring dengan perpanjangan hak partisipasi antara Rio Tinto dan Freeport McMoran pada periode yang sama," tuntas Jonan.

Freeport Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Agats

Halaman: 
Penulis : Riana