logo


Tingkatkan Keselamatan Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Terbitkan Permen Baru

Andy N Sommeng mengatakan bahwa aturan baru tersebut merupakan penataan dan penyederhanaan aturan-aturan sebelumnya

24 Januari 2018 21:15 WIB

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy N Sommeng
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy N Sommeng Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pemberlakukan Wajib Standar Nasional Indonesia di Bidang Ketenagalistrikan. Dimana diterbitkan upaya ini adalah untuk meningkatkan keselamatan ketenagalistrikan dan menyederhanakan regulasi yang telah ada sebelumnya. 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy N Sommeng mengatakan bahwa aturan baru tersebut merupakan penataan dan penyederhanaan aturan-aturan sebelumnya yang menggabungkan semua produk Wajib SNI ketenagalistrikan. 

“Peraturan ini mencabut semua Keputusan/Peraturan Menteri ESDM yang sebelumnya mengatur pemberlakuan SNI sebagai standar wajib,” ujar Andy saat melakukan konferensi pers di kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta, pada hari Rabu (24/1). 


80 Ribu Rumah Tangga Dapat Mengakses Gas Bumi Tahun Ini

Andy menjelaskan bahwa dasar penyusunan aturan tersebut adalah upaya mendukung pelaksanaan Paket Kebijakan Ekonomi XV yang telah diterbitkan oleh pemerintah sekaligus melaksanakan instruksi presiden untuk melakukan penyederhanaan peraturan atau regulasi. 

Selain itu, kata Andy, Kementerian ESDM juga telah mencabut dan menyederhanakan sepuluh Permen ESDM dan satu Kepmen ESDM menjadi satu Permen ESDM No. 2 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Wajib SNI di Bidang Ketenagalistrikan. 

Dalam hal ini, Andy menyebut bahwa regulasi ini lebih sederhana dengan mencabut dan menggabungkan atau menyederhanakan beberapa Permen ESDM lama terkait standar wajib untuk Luminer, Pemutus Sirkuit Arus Bolak-Balik (MCB), Sakelar, Kipas Angin, Tusuk Kontak dan Kotak Kontak, Ballast Elektronik, dan pemutus Sirkuit Arus Sisa (RCCB). 

“Permen baru ini lebih memperjelas pengklasifikasian produk peralatan tenaga listrik sehingga lebih mudah dalam pengawasan melalui penambahan kode Ex pada kode pengklasifikasian produk perdagangan atau Harmonized System (HS) peralatan tenaga listrik,” ungkapnya. 

Menurut Andy, tujuan dari pemberlakuan wajib SNI di bidang ketenagalistrikan adalah untuk memenuhi aspek keselamatan ketenagalistrikan sesuai Pasal 44 Undang-undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. 

Terkait mekanisme sertifikasi produk ketenagalistrikan, Andy menjelaskan bahwa pemilik merk atau produsen mengajukan permohonan kepada Lembaga Sertifikasi Produk (LsPro) atas produknya untuk mendapat pernyataan kesesuaian terhadap SNI yang diacu dengan dikeluarkannya Sertifikat Produk. 

“Standardisasi diharapkan mampu mendorong, meningkatkan, menjamin mutu barang dan/atau jasa serta mampu memfasilitasi keberterimaan produk nasional dalam transaksi pasar global. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk barang dan/atau jasa Indonesia khususnya terkait ketenagalistrikan di pasar global,”pungkasnya.

Sederhanakan Aturan, Kementrian ESDM Terbitkan Regulasi Wajib SNI Ketenagalistrikan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
 
×
×