logo


Bukan Ilusi, Kudus Panen Raya, Harga Turun

Padi yang dipanen di Kabupaten Kudus dominan varietas ciherang dan IR64 dengan prduktivitas 7 sampai 8 ton per hektar.

24 Januari 2018 12:57 WIB

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat menghadiri acara panen raya di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/1)
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat menghadiri acara panen raya di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/1) ist

KUDUS, JITUNEWS.COM - Panen raya padi di Kudus dimulai Januari 2018. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di petani turun sekitar Rp 800 per kg. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistyanto, di lokasi panen padi seluas 516 hektar di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (23/1) kemarin.

Catur mengungkapkan, harga gabah kering panen (GKP) awal Januari Rp. 6.000 hingga 6.300/Kg. Akan tetapi sekarang turun menjadi Rp. 5.900/kg (pakai combine).

“Kalau manual Rp 5.500 per kg. Ya turun sekitar 800 perkg lah,” ujar Catur.


Varietas Padi Anak Daro, Tingkatkan Produksi Padi di Kab. Solok Sumbar

Padi yang dipanen di Kabupaten Kudus dominan varietas Ciherang dan IR64 dengan prduktivitas 7 sampai 8 ton per hektar. Panen Januari seluas 1.730 hektar setara 6.228 ton beras, Februari 7.163 hektar setara 25.780 ton beras dan Maret 2.293 hektar setara 8.251 ton beras.

“Bila dibandingkan dengan konsumsi penduduk ‎841.499 jiwa dibutuhkan 6.513 ton beras perbulan, sehingga Februari surplus 19.267 ton beras dan Maret surplus 1738 ton. Ini bukan ilusi panen, harga gabah mulai turun” ungkap Catur.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti, mengatakan panen padi Provinsi Jawa Tengah Januari 2018 seluas 109 ribu hektar, Februari 2018 seluas 329 ribu hektar dan Maret seluas 293,6 ribu hektar. Produksi Januari adalah 613 ribu ton GKG setara 370 ribu ton beras, Februari 1.92 juta ton GKJG setara beras 1,16 juta ton beras dan Maret 1,73 juta ton GKG setara 1,05 juta ton beras.

Selanjutnya, konsumsi beras penduduk JawaTengah 34,49 juta jiwa adalah 267 ribu ton beras perbulan. Jadi bulan Januari terjadi surplus beras 102 ribu ton, Februari surplus 891 ribu ton dan Maret surplus 778 ribu ton beras. Harga Gabah mulai turun sebelum nya pernah Rp 6.000 dan kini sekitar Rp 5.300 perkg.

“Kudus ini surplus beras, Jawa Tengah juga surplus dan harga mulai turun Rp 700. Agar BULOG serap gabah petani dan petani tidak butuh impor,” tegasnya.

Diketahui, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengalokasikan anggaran 2018 untuk Jawa Tengah sebesar Rp 1,21 triliun dan alokasi untuk Kabupaten Kudus 5.000 hektar padi, 4.780 hektar jagung, 20 hektar bawang merah, 50 hektar cabai, 100 hektar tebu, 300 hektar rehab irigasi dan 105 unit alat mesin pertanian.

Menanggapi harga gabah yang mengalami penurunan secara signifikan, Menteri Amran pun mengajak Bulog untuk secepatnya menyerap gabah petani.

"Kita sudah dengar harga gabah mulai turun. Kami pemerintah bersama Bulog akan bekerja sama sehingga harga tidak akan jatuh di bawah HPP. Jangan sampai petani merugi. Itu arahan pak presiden. Karena itu kami keliling jawa, dan lusa nanti ke Kalimantan untuk memantau kondisi di lapangan,” ujar Amran.

 

Menguak Potensi Padi Gogo di Gelaran PENAS XV 2017

Halaman: 
Penulis : Riana