logo


Pernyataan Menteri Energi Arab Saudi Menyulut Harga Minyak

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent-patokan internasional- naik 25 sen atau 0,4% menjadi USD 68,89 per barel pada pukul 03:15 GMT

22 Januari 2018 11:59 WIB

Ilustrasi, minyak mentah.
Ilustrasi, minyak mentah. net

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga minyak pada perdagangan Senin (22/1) kembali menguat. Pernyataan yang dikeluarkan Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, yang menyebutkan negara-negara OPEC dan non OPEC akan terus bekerja sama untuk melanjutkan pemangkasan produksi minyak melampaui tahun 2018, menjadi pendorongnya.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent-patokan internasional- naik 25 sen atau 0,4% menjadi USD 68,89 per barel pada pukul 03:15 GMT. Hal ini kembali mendekati level pada 15 Januari 2018, yang mencapai USD70,37 per barel, angka tertinggi sejak Desember 2014.

Sementara itu, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) naik 24 sen atau 0,4% menjadi USD63,61 per barel. Hampir mendekati level pada 16 Januari 2018, dimana WTI mencapai USD54,89 per barel, juga tertinggi sejak Desember 2014.


Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi Sejak 2014

Sebagaimana diketahui, pada Minggu (21/1), Arab Saudi sebagai eksportir minyak utama dunia dan pemimpin de facto Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), mengatakan bahwa produsen minyak utama sepakat untuk terus bekerja sama dalam pemotongan produksi hingga akhir tahun ini.

"Ada kesiapan untuk melanjutkan kerja sama hingga melewati 2018. Mekanisme ini belum ditentukan, namun ada konsensus untuk melanjutkan," tutur Khalid al-Falih.

Sekelompok produsen minyak termasuk OPEC dan Rusia, produsen minyak mentah terbesar di dunia, mulai menahan produksi pada Januari tahun 2017 untuk menopang harga. Kesepakatan itu akan berakhir pada akhir 2018.

Harga Minyak Terus Dekati Level Tertinggi dalam Tiga Tahun

Halaman: 
Penulis : Riana