logo


Siapa 5 Partai Politik yang Disebut Zulkifli Hasan Setujui LGBT?

Zulkifli tak merinci partai apa saja yang dimaksudkannya dalam pidatonya itu.

22 Januari 2018 09:16 WIB

Zulkifli Hasan.
Zulkifli Hasan. Mpr.go.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR Zulkifli Hasan kini menjadi sorotan publik. Hal itu lantaran Ketua Umum PAN itu menyebut ada 5 Partai politik di DPR yang mendukung Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) dan Minuman Keras (Miras) di Indonesia.

Pernyataan itu terungkap saat Zulkifli meyampaikan kuliah umum di Kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (20/1/2018). Sayangnya, Zulkifli tak merinci partai apa saja yang dimaksudkannya dalam pidatonya itu.

"Di DPR saat ini dibahas soal undang-undang LGBT atau pernikahan sesama jenis. Saat ini sudah ada lima partai politik menyetujui LGBT," kata Zulkifli.


Ketua MPR Sebut Masyarakat Tak Percaya Ormas Besar dan Ormas Islam

Karena tak merinci, pernyataan itu pun serentak menuai respon dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Lukman mengaku terkejut dengan pernyataan Zulkifli itu.

Menurut Lukman, di Indonesia, LGBT tidak ditolerir oleh sebagian besar umat beragama, khususnya Islam.

"Saya kaget sekali (mendengar) berita itu. LGBT itu sesuatu yang sama sekali tidak ditolerir oleh agama apapun, apalagi agama Islam. Semua agama tidak mentolerir tndakan prilaku LGBT itu," kata Lukman di Surabaya, Sabtu (20/1/2018).

Anggota DPR dari Fraksi PPP, Arsul Sani mengungkapkan bahwa LGBT masuk dalam pembahasan RUU KUJP. Menurut Arsul, soal LGBT, semula, dalam konsep awal RUU KUHP dari pemerintah, perbuatan cabul oleh LBGT atau sesama jenis hanya dipidana kalau dilakukan terhadap orang di bawah umur 18 tahun. Cakupan itu diminta diperluas, di antaranya oleh PPP dan PKS.

"Dalam rapat di tingkat Panja ini, enam fraksi lain setuju dengan usulan perluasan FPPP dan FPKS ini. Keenam fraksi tersebut: Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat, Gerindra dan PDIP. Sedangkan PAN dan Hanura tidak hadir dalam rapat Panja tersebut," kata Arsul.

Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo menjelaskan RUU LGBT telah ditolak untuk masuk Prolegnas. Menurut Firman, keputusan itu lahir dari kesepakatan hampir semua fraksi.

"Sampai sekarang DPR RI belum pernah membahas RUU tersebut bahkan hampir semua fraksi menolak untuk dimasukkan dalam daftar prolegnas baik prolegnas prioritas maupun prolegnas jangka menengah," kata Firman.

Tolak UU LGBT, Gerindra Berharap Ada Perlindungan Hak dan Kesetaraan LGBT

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas