logo


Fahira Idris: Penataan Becak Sudah Jadi Kontrak Politik Jokowi-Ahok

Rencana tersebut tidak kunjung terdengar saat tampuk kepemimpinan beralih ke Ahok dikarenakan Jokowi terpilih menjadi Presiden

19 Januari 2018 18:19 WIB

Fahira Idris.
Fahira Idris. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang meresmikan program Community Action Plan (CAP) 16 Kampung. 

Fahira menjelaskan bahwa rencana penataan kampung-kampung di Jakarta dan membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu sebenarnya sudah mulai bergulir di awal-awal Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun, sayangnya rencana tersebut tidak kunjung terdengar saat tampuk kepemimpinan beralih ke Ahok dikarenakan Jokowi terpilih menjadi Presiden. 

“Padahal penataan kampung dan becak itu sudah menjadi kontrak politik pasangan Jokowi-Ahok saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2012. Makanya kita patut bersyukur ada pemimpin yang sepenuh hati mau melunasi janji-janji pemimpin terdahulu,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/1). 


Ketua DPRD DKI Sebut Rumah DP Rp 0 Milik Anies Lebih Mahal Dibanding Program Sejuta Rumah Jokowi

Senator dari DKI Jakarta ini menilai bahwa program Community Action Plan (CAP) atau program peningkatan kualitas kawasan permukiman kampung-kampung di Jakarta yang baru saja diluncurkan Gubernur Anies senada dengan rencana Jokowi saat menjadi Gubernur untuk menata kampung-kampung di Jakarta. Dimana saat itu Jokowi merencanakan penataan kampung tidak hanya dilakukan dengan konsep kampung deret, tetapi penataan kampung juga disesuaikan dengan kekuatan lokal yang ada di masing-masing kampung. 

“Seingat saya di masa Pak Jokowi desain penataan kampung sudah ada. Tapi ya kita tahu sendiri kelanjutannya seperti apa. Oleh gubernur penggantinya kampung bukan ditata malah digusur. Program CAP ini adalah lembaran dan harapan baru warga kampung kota Jakarta,” tuturnya. 

“Saya berharap warga Jakarta lain yang hidupnya lebih nyaman, terbuka matanya bahwa kampung adalah bagian integral dari pembangunan Kota Jakarta yang harus ditata bukan digusur,” pungkasnya.

Resmikan Rumah DP 0 Rupiah, Ketua DPRD Jakarta Ingatkan Anies Baswedan Terkait Hal Ini

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata