logo


Mahasiswa Tolak Impor Beras

Koalisi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (KMU) mengutuk rencana impor beras yang akan dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) sebagai upaya penyiasatan kenaikan harga.

19 Januari 2018 16:06 WIB

Pekerja mengangkat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/7).
Pekerja mengangkat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (27/7). Jitunews/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Koalisi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (KMU) mengutuk rencana impor beras yang akan dilakukan Menteri Perdagangan (Mendag) sebagai upaya penyiasatan kenaikan harga.

Juru Bicara KMU, Rizki Irwansyah mengatakan, pemerintah gegabah dan reaksioner dalam mengambil kebijakan. Pemerintah seharusnya mampu mengupayakan langkah yang lebih cerdas, tentunya bukan impor Mengingat dalam waktu dekat panen raya akan segera tiba.

"Rencana impor beras memberi masyarakat gambaran yang jelas bahwa pemerintah gegabah, reaksioner, dan tidak memikirkan kesejahteraan petani. Panen raya segera tiba kok malah impor beras," ucap Rizky melalui rilisnya, Jumat (19//01)


DPR: Apa Urgensinya Kita Harus Impor Beras?

Lanjut Rizki, upaya pemerintah melakukan impor beras irasional dan terkesan memaksakan, sebab banyaknya kejangalan yang ada untuk merealisasikan kebijakan tersebut.

"Rencana impor beras yang akan dilakulan Pemerintah tidak rasional dan terkesan memaksa. Selain sebentar lagi panen, banyaknya kejangalan soal data yang tidak singkron dari beberapa lembaga terkait, serta laporan surplus beras di sejumlah provinsi di luar Jawa. Saya khawatir pemerintah cari untung untuk suplai partai," tegasnya (19/01)

Selain itu, senada dengan Rizki, Sekertaris Umum KMU Restiana Mustika Sari memaparkan, menteri tersebut tidak mempunyai langkah konkret untuk mengantisipasi lonjakan harga beras yang sering berulang dari tahun ke tahun. Dan untuk memastikan ketersedian beras dengan harga terjangkau oleh rakyat, pemerintah mestinya punya kebijakan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Restiana juga menyesalkan kebijakan impor beras, sebagai negara agraris sangat disayangkan jika masih terus melakukan impor berbagai komoditi pertanian terutama beras.

Rencana Impor Beras 500 Ribu Ton, Bamsoet: DPR Bersama Rakyat!

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan