logo


Tak Ada Koordinasi soal Fredrich, Peradi: Tanpa Advokat KPK Lumpuh

Ketua Dewan Peradi, Otto Hasibuan menyesalkan tidak adanya koordinasi antara KPK dengan Peradi dalam penetapan Fredrich sebagai tersangka

18 Januari 2018 17:13 WIB

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi)
Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kumparan.com

JAKARTA, JITUNEWS.COMPerhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) berusaha melakukan koordinasi dengan pihak KPK terkait penetapan Fredrich Yunadi sebagai tersangka dalam kasus dugaan merintangi penyidikan KPK terhadap Setya Novanto.

Ketua Dewan Peradi, Otto Hasibuan menyesalkan tidak adanya koordinasi antara KPK dengan Peradi dalam penetapan Fredrich sebagai tersangka.

"KPK kita sayangkan tidak berkomunikasi dengan Peradi, ingat Peradi ini adalah organisasi penegak hukum sesuai undang-undang, mestinya,” kata Otto di Kantor Peradi, pada hari Kamis (18/1).


Antonius Tony Budiono, Dirjen Hubla Hadapi Dakwaan KPK

Otto mengatakan Peradi pernah datang ke KPK untuk meminta koordinasi pengusutan kasus yang jelas.

"Tim kita sudah datang, soal kasusnya silakan go ahead, kita independen, tapi KPK dalam berhubungan dengan pencegahan hukum lain selalu berkoordinasi (karena) kita juga penegak hukum, maka perlu ada koordinasi. Kalau tidak ada advokat, KPK itu lumpuh,” katanya.

Ia menyayangkan tindakan KPK yang tidak mengizinkan Fredrich didampingi pengacara saat menjadi saksi. Otto menyebut ada perlakuan yang berbeda antara Fredrich dengan Bonaran Situmeang yang juga berprofesi sebagai pengacara.

Bonaran pernah terlibat kasus suap mantan Ketua MK, Akil Mochtar untuk mempengaruhi putusan dalam perkara permohonan keberatan hasil Pilkada Tapanuli Tengah pada 2011 lalu.

“Ada perlakuan yang tidak sama antara Bonaran dan Yunadi. Kalau betul benar Bonaran pernah didampingi sebagai saksi, kenapa Yunadi tidak boleh didampingi sebagai saksi,” ujarnya.

Otto mengancam akan memperkarakan KPK ke MK, karena selalu mengambil langkah sendiri.

“Karena KPK selalu pakai SOP sendiri, maka kita akan bawa ke MK,” kata Otto.

Sebut Penetapan Tersangka Tidak Sah, Fredrich Ajukan Permohonan Praperadilan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata