logo


PPATK: Harusnya Money Changer Curigai Transaksi Keponakan Setya Novanto

Kiagus Ahmad Badaruddin menyebut modus tersebut seharusnya segera dilaporkan

16 Januari 2018 14:17 WIB

Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru, Kiagus Ahmad Badaruddin.
Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru, Kiagus Ahmad Badaruddin. dok. Kemenkeu

JAKARTA, JITUNEWS.COMKeponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, memindahkan uang dari luar negeri ke Indonesia melalui perusahaan penukaran uang atau money changer. Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Kiagus Ahmad Badaruddin, menyebut modus tersebut seharusnya segera dilaporkan.

"Dalam TPPU (tindak pidana pencucian uang), mereka adalah pihak pelapor. Kalau mereka lihat transaksi mencurigakan, harusnya melapor ke PPATK," ujar Kiagus Ahmad Badaruddin alias Badar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (16/1).

"Mestinya money changer melapor kalau ada LTKM (Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan)," imbuhnya.


Ngaku Sahabat Baik, Setnov Kaget Dengar OSO Dipecat Hanura

Badar mengatakan, seharusnya money changer curiga dengan model transaksi yang dilakukan Irvanto, apalagi transaksinya cukup besar yaitu USD 2,6 juta.

"Bisa dilihat juga itu transaksinya terjadi di luar negeri. Ada yang diterima di Indonesia, harusnya dicurigai itu," ujarnya.

"Sebenarnya nggak sah. Paling tidak dia harus melaporkan. Pihak pelapor itu kalau dia sudah melapor LTKM, dia sudah terbebas dan terlindungi dari tuduhan ikut membantu proses money laundry," sambungnya.

Apa yang disampaikan Badar tidak bertujuan untuk mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan. Dia hanya menjelaskan prosedur yang seharusnya dilakukan money changer jika menemukan transaksi yang mencurigakan.

Pada persidangan dengan terdakwa Novanto pada hari Kamis (11/1) lalu, terungkap Irvanto berupaya membawa uang USD 2,6 juta dari PT Biomorf Mauritius milik Johannes Marliem dengan bantuan moner changer. Cara yang digunakan yaitu Irvanto melakukan transfer di Singapura, namun mengambil uang cash dari stok money changer di Indonesia.

Rindu Berat, Novanto Minta Dipertemukan dengan Keluarga

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata