logo


Harga Minyak Terus Dekati Level Tertinggi dalam Tiga Tahun

Kebijakan pemotongan produksi antara Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lainnya memberikan dorongan kuat terhadap harga minyak

16 Januari 2018 10:56 WIB

Ilustrasi.
Ilustrasi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia mendekati level tertinggi dalam tiga tahun di atas US$ 70 per barel.

Ini terjadi di tengah tanda-tanda bahwa pemotongan produksi oleh OPEC dan Rusia bisa memperketat pasokan, meskipun para analis memperingatkan adanya dampak dari lonjakan produksi minyak di Amerika Serikat (AS).

Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent terakhir diperdagangkan 29 sen lebih tinggi menjadi USD70,16 per barel pada pukul 19.37 GMT, setelah naik ke level tertinggi USD70,37 per barel di awal sesi, demikian laporan Reuters, di Calgary, Alberta, Senin (15/1) atau Selasa (16/1) pagi WIB.


Catat! Inilah Daftar 10 Perusahaan Minyak Terbesar di Indonesia

Sementara harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) menguat 51 sen menjadi US$ 64,81 per barel. Kedua patokan minyak tersebut mencapai level yang tidak terlihat sejak Desember 2014, meski perdagangan berlangsung tipis karena libur di Amerika Serikat.

Kebijakan pemotongan produksi antara Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC), Rusia dan produsen lainnya memberikan dorongan kuat terhadap harga minyak. Tumbuhnya tanda-tanda pengetatan pasar setelah tiga tahun mengalami oversupply telah memperkuat kepercayaan di antara para pedagang dan analis.

"Ini mengejutkan banyak orang dan saya pikir (harga) berkelanjutan. Kami melihat kenyataan permintaan yang kuat dan penurunan pasokan," kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group. 

Sementara itu, Bank of America Merrill Lynch pada hari Senin menaikkan perkiraan harga Brent pada 2018 menjadi US$ 64 per barel dari US$ 56. Perusahaan juga meramalkan adanya defisit produksi minyak 430 ribu barel minyak per hari (bpd).

"OPEC dan produsen non-OPEC tetap berkomitmen untuk mengurangi produksi pada saat yang sama permintaan minyak dunia terus meningkat," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa reli 13 persen sejak awal tahun ini bisa melambat karena pemeliharaan kilang global dan meningkatnya produksi Amerika Utara.

Harga Minyak Dunia Sentuh Level Tertinggi Sejak 2014

Halaman: 
Penulis : Riana