logo


Akan Kuasai Saham Freeport 10%, Papua Akan Bentuk BUMD Sendiri

PT Papua Divestasi Mandiri ini akan dibentuk sebagai wadah penyerapan saham Freeport yang sebesar 10% dari total keseluruhan 51%.

15 Januari 2018 10:48 WIB

Gubernur Papua, Lukas Enembe.
Gubernur Papua, Lukas Enembe. suarapapua.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika bersama-sama akan mendapat bagian untuk ikut menguasai divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 10%.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, pun menyambut baik penandatanganan perjanjian antara pemerintah pusat dengan Pemprov Papua dan Pemkab Mimika mengenai divestasi saham PT Freeport Indonesia tersebut.

Lantas, darimana Papua akan memperoleh uang untuk membeli divestasi saham Freeport?


IUPK Diperpanjang Lagi, Negosiasi Freeport Masih Belum Jelas

“Pemprov Papua dan Pemkab Mimika sepakat membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bernama PT Papua Divestasi Mandiri. PT Papua Divestasi Mandiri ini nanti akan membeli saham Freeport dengan pendanaan yang akan diurus oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) selaku Holding BUMN Tambang," tutur Lukas di Jakarta, belum lama ini.

PT Papua Divestasi Mandiri ini, kata Lukas, memang harus dibentuk sebagai wadah penyerapan saham Freeport yang sebesar 10% dari total keseluruhan 51%. 

"Kita bentuk saja karena kan kita menerima hasil dari 10%, itu saja kan. Kita kan memang hanya terima," paparnya.

Menurut Lukas, pembagian saham untuk Papua dari pemerintah sudah jelas, yakni sebesar 10%, masing-masing 7% untuk Kabupaten Mimika dan 3% untuk Pemerintah Provinsi Papua.

"Kita bikin saja satu BUMD, pembagian jelas, Kabupaten Mimika 7%, Provinsi Papua 3%. Kita juga ada hak-hak lain, kita ada Perda, kita harus siapkan agar kita bisa dapat hak-hak seperti pajak dan royalti," tuntasnya.

10 Persen Saham Freeport Diserahkan Kepada Pemda Papua

Halaman: 
Penulis : Riana