logo


Kudunya Tevez Bisa Ikut Pilkada Jatim 2018

Pesepakbola asal klub Tiongkok Shanghai Shenshua, Carlos Tevez, sebetulnya bisa ikut Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018. Khususnya, jika hal itu dikaitkan dengan mahar politik yang diungkap Bakal Calon Gubernur Jatim La Nyalla Mattalitti...

11 Januari 2018 21:52 WIB

dibaca 432 x

Pesepakbola asal klub Tiongkok Shanghai Shenshua, Carlos Tevez, sebetulnya bisa ikut Pilkada Jawa Timur (Jatim) 2018. Khususnya, jika hal itu dikaitkan dengan mahar politik yang diungkap Bakal Calon Gubernur Jatim La Nyalla Mattalitti.

Saat ini, Tevez berstatus sebagai pesepakbola dengan gaji termahal dunia. Mantan bintang klub Italia, Juventus itu menerima gaji 615.000 pounds atau sekira Rp 10 miliar per pekan.

Artinya, pemain berusia 34 tahun itu cukup menyisihkan gajinya sebulan untuk mendapat rekomendasi dari salah satu partai politik (parpol) dan ikut Pilgub Jatim.


Meski Hebat, Iran Hanya Nephew yang Kadang Tak Berdaya terhadap Uncle Sam

Pasalnya, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (11/1), La Nyalla mengaku dimintai uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Mahar politik yang diakui mantan Ketua Umum PSSI tersebut agar Prabowo mengeluarkan rekomendasi kepada dirinya terkait Pilgub Jatim.

La Nyalla menceritakan, dirinya diberi surat tugas oleh Prabowo, tanggal 9 Desember 2017. Tujuannya, untuk mengumpulkan dukungan partai dalam pencalonan dirinya. Selain itu, dia juga diminta Prabowo untuk menyiapkan uang saksi untuk seluruh TPS di Jatim sebesar Rp 40 miliar.

"Saya dimintai uang Rp 40 miliar uang saksi. Disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa, saya tidak akan direkomendasikan," ungkap La Nyalla dalam jumpa pers tersebut.

Pada kesempatan itu, La Nyalla mengaku sanggup memenuhi permintaan uang saksi oleh Prabowo. Namun dia ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya di Pilkada Jatim telah terdaftar di KPU.

Namun, kata La Nyalla, Prabowo meminta agar uang itu diserahkan sebelum tanggal 20 Desember. Keberatan dengan permintaan Prabowo, La Nyalla akhirnya mengembalikan surat tugas yang diberi Prabowo.

"Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan Rp 300 miliar. Tapi, apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita," ujarnya.

Tak sampai disitu, La Nyalla pun akhirnya memutuskan berhenti dari kader Gerindra. Serta memastikan tidak akan mendukung Gerindra di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

"Mohon maaf, saya orang bego kalau masih mau mendukung Prabowo. Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jatim saya pasang. Balasannya dia (Prabowo) sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra," tegasnya.

Ditulis oleh: Menulis Sampai Baik

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Rakitic Tak Mau Dijual Demi Pulangkan Neymar

Halaman: 
Admin : Ratna Wilandari