logo


Meski Hebat, Iran Hanya Nephew yang Kadang Tak Berdaya terhadap Uncle Sam

Masalah Iran bagi sebagian besar umat Islam hanya satu, karena dia Syiah, maka dianggap musuh, kalau seandainya Iran itu "Kafir" seperti Rusia, semua akan baik-baik saja. Masalah Iran bagi AS adalah karena Iran itu kaya dan cerdas, kalau tidak m

11 Januari 2018 20:58 WIB

dibaca 1756 x

Masalah Iran bagi sebagian besar umat Islam hanya satu, karena dia Syiah, maka dianggap musuh, kalau seandainya Iran itu "Kafir" seperti Rusia, semua akan baik-baik saja. Masalah Iran bagi AS adalah karena Iran itu kaya dan cerdas, kalau tidak mau disebut berada di kubu Muqawamah.

Pasca Revolusi 1979 setidaknya USD 120 miliar kekayaan Iran dibekukan oleh bank-bank dunia, dan sejak itu Iran diembargo. Cadangan Minyak Iran adalah urutan ke empat di dunia, 150 miliar barel. Cadangan gasnya berada di urutan kedua di dunia setelah Rusia dengan perkiraan cadangan gas sebesar 34 triliun meter kubik.

AS nekad mengadakan pertemuan DK PBB demi membahas pelanggaran HAM terhadap para demonstran di Iran, sampai-sampai Deputi Watap China di PBB mengatakan, “AS sudah keterlaluan memanfaatkan PBB untuk kepentingannya mencampuri urusan dalam negeri negara lain!”. AS mengalami amnesia dengan pelanggaran HAM di Irak, Suriah, Yaman, Libya!


Idlib Memanas, 13 Drone Diduga Milik AS dan Israel Meledak di Pangkalan Militer Rusia

Dari USD 120 miliar kekayaan Iran yang dibekukan, sampai saat ini belum bisa dicairkan. Iran sangat berharap sebagian dana tersebut dapat cair melalui kesepakatan Nuklir, karena hal itu akan sangat membantu meringankan beban ekonomi Iran, disamping produksi migasnya sudah dapat masuk ke pasar internasional.

AS sangat bernafsu mencairkan uang tersebut, berbagai cara dicari, terakhir tahun 2016 Pengadilan Tinggi AS memutuskan untuk mencairkan USD 2 miliar dari dana tersebut untuk kompensasi bagi keluarga korban dalam insiden “Beirut Barracks Bombings” tahun 1983 yang katanya dilakukan oleh Hizbullah dan Iran yang menewaskan 241 orang marinir AS serta 58 orang tentara Perancis. Dan jelas di depan PBB Menlu Javad Zarif meneriaki bahwa keputusan AS adalah “Highway robbery”.

Demonstrasi itu adalah hal kecil yang biasa terjadi di negara Republik yang besar seperti Iran. Resiko menganut paham demokrasi ya didemo oleh rakyat kalau kebutuhannya tidak terpenuhi, begitu saja kok repot.

Tapi, tidak dapat ditutupi bahwa banyak pihak yang kecewa karena demonstrasi Iran tidak berubah atau belum berubah menjadi “Iranian Spring”, dan Iran tidak berubah menjadi seperti Suriah, Yaman atau Irak. Karena, ada sebagian orang yang melakukan sujud syukur ketika genderang demo ditabuh di Iran pada 28 Desember 2017, media mereka penuh dengan ungkapan “Iranian Spring”. Ada begitu? Ada!

“Rezim Mulla boleh bubar, tapi Iran tetap akan ada!” Begitu kata seorang Pejabat Tinggi negara tetangga. Semua negara di dunia adalah Nephew dan Niece, tidak ada yang bisa melawan kehendak Uncle, ya Uncle Sam.

No matter what political reasons are given for war, the underlying reason is always economic.

Biarlah waktu yang menjawab

Ditulis oleh: Menulis Sampai Baik

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Kerap Sindir ISIS di Suriah, Penyiar Radio ini Ditembak Mati!

Halaman: 
Admin : Ratna Wilandari