logo


Peringati Malari, Aktivis dan Politisi Kumpul di Yogyakarta

Dalam beberapa hari ke depan, rencananya ratusan aktivis dan politisi lintas generasi, sektoral dan ideologi akan berkumpul di Yogyakarta guna memperingati Malari.

10 Januari 2018 17:09 WIB

Diskusi publik peringati 44 tahun Malari.
Diskusi publik peringati 44 tahun Malari. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Semangat meneguhkan demokrasi dan mewujudkan keadilan sosial masih terus bergelora di jejaring kaum prodemokrasi Indonesia. Pasca reformasi 1998, berbagai problematika kebangsaan seperti liberalisme, disintegrasi sosial, hingga masalah pemenuhan hak sosial ekonomi masyarakat belum mampu dipenuhi oleh negara sebagai perwujudan kedaulatan rakyat.

Berbagai gerakan perlawanan menuntut hak rakyat terus berlangsung dalam berbagai bentuk sejak era kemerdekaan hingga kini. Salah satu yang heroik adalah Peristiwa Malari, berupa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1974.

Malari yang dimotori aktivis Dewan Mahasiswa UI, Hariman Siregar, dengan gagah berani melakukan kritik terbuka atas kesalahan strategi pembangunan Orde Baru dan menuntut Presiden Soeharto untuk lebih mementingkan rakyat, bukan malah menguntungkan asing dalam pembangunan nasional. Walau akhirnya, barisan mahasiswa dan pemuda mengalami represi hebat dari kekuasaan otoriter Orba.


Pemeran Dewasa di Video Porno dengan Dua Bocah Bisa Dijerat UU Pornografi dan UU ITE

Tidak terasa sudah lebih dari 4 dekade Peristiwa Malari berlalu, tetapi masih tertanam kuat di memori publik khususnya kalangan aktivis dan politisi. Dalam beberapa hari ke depan, rencananya ratusan aktivis dan politisi lintas generasi, sektoral dan ideologi akan berkumpul di Yogyakarta guna memperingati Malari.

"Kami mengundang Bapak, Ibu, Saudara, Saudari sekalian termasuk para tokoh Yogyakarta, untuk berkenan hadir pada Peringatan 44 Tahun Peristiwa Malari yang akan digelar pada hari Senin mendatang. Selain temu kangen dan diskusi publik, kita juga akan mendengarkan orasi kebangsaan dari tokoh Malari, Hariman Siregar," ujar Ketua Pelaksana Peringatan Malari, Isti Nugroho, melalui pesan elektronik kepada media pada hari Rabu (10/1).

Isti menerangkan, Peringatan 44 Tahun Malari diselenggarakan sekaligus merayakan 18 Tahun Indonesian Democracy Monitor (InDEMO), sebuah lembaga kajian yang didirikan Hariman Siregar dkk. Acara terbuka untuk umum pada hari Senin (15/1) pukul 09.00 s.d 13.00 WIB di University Club, Universitas Gajah Mada (UGM), Boulevard, Jalan Pancasila Nomor 2, Bulaksumur, Yogyakarta.

Bertema "Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau", Peringatan Malari akan diisi dengan analisis kekinian dan orasi kebangsaan Hariman Siregar, yang dilanjutkan dengan diskusi publik menghadirkan nara sumber handal, antara lain Ari Sujito (akademisi UGM), Max Lane (Indonesianis dari Australia), Daniel Dhakidae (jurnalis senior), Bhima Yudhistira (ekonom Indef), Cak Nun (budayawan), juga pandangan berbagai tokoh senior lainnya.

"Hariman Siregar adalah tokoh bangsa yang sangat berkomitmen dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadilan sosial di Indonesia. Dia adalah sosok inspiratif yang konsisten atas apa yang ia cita-citakan," tutur tokoh muda Wenry Anshory Putra yang akan turut hadir di Yogyakarta.

Wenry berharap, anak-anak muda yang peduli dengan tanah air mampu melanjutkan estafet perjuangan Hariman Siregar dan aktivis senior lainnya, guna mewujudkan demokrasi yang berkeadilan sosial dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta.

Diduga Terlibat Skandal Pengemplangan Pajak, Agus Gumiwang Kartasasmita Dilaporkan ke KPK

Halaman: 
Penulis : Riana