logo


Pria Juga Alami Menopause

Penelitian baru menemukan ternyata tak hanya wanita yang mengalami menopause, pria pun juga. Gejalanya juga cukup mirip seperti menopause yang umumnya menyerang pada wanita...

4 Januari 2018 17:45 WIB

Ilustrasi - internet
Ilustrasi - internet
dibaca 913 x

Penelitian baru menemukan ternyata tak hanya wanita yang mengalami menopause, pria pun juga. Gejalanya juga cukup mirip seperti menopause yang umumnya menyerang pada wanita. Hanya saja menopause pada pria lebih kenal sebagai kondisi andropause, lantas apa itu andropause?

Dilansir dari Huffingtonpost, andropause merupakan penurunan bertahap pada testosteron. Biasanya pada wanita yang menopause, produksi hormon tiba-tiba menurun. Sedangkan andropause, penurunan hormonnya terjadi secara bertahap. Pada wanita, ovarium tak mampu lagi membuat testosteron. Tapi, pada testis pria tidak demikian.

Oleh karena itu, kondisi andropause lebih sering dianggap testosteron rendah pada pria berusia lanjut. Umumnya, setiap tahun setelah usia 30 tahun, pria mengalami penurunan testosteron satu persen. Nah, pada usia kisaran 80 tahun, testosteron bisa menurun hingga 50 persen.


Manfaat Baby Oil untuk Kulit Orang Dewasa

Dulu, memiliki kadar testosteron rendah dianggap topik kontroversial. Sebab, gejala ini sering dikaitkan dengan kondisi lain seperti diabetes. Karenanya, perlu mengobati kondisi pemicu penurunan testosteron juga.

Selain itu, Anda bisa melakukan terapi penggantian testosteron untuk meringankan gejala andropause yang menyerangnya. Tapi, sebelum memulai terapi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter karena ada beberapa penelitian yang mengklaim terapi tersebut bisa memicu kanker prostat.

Anda juga perlu mengubah pola makanan Anda agar lebih sehat. Ada studi yang menemukan menurunkan berat badan, terutama lemak di perut akan meningkatkan kadar testosteron secara drastis.

Asupan yang lebih banyak vitamin D juga jadi rahasia terbesar untuk testosteron sehat. Vitamin D dapat Anda temui pada kerang, ikan tuna, salmon, kuning telur dan kacang-kacangan.

Perlu diketahui juga, gejala testosteron rendah yakni penurunan libido, kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi, mengurangi energi, depresi, mudah marah dan kemurungan, hilangnya kekuatan atau massa otot, peningkatan lemak tubuh, dan hot flashes (rasa serangan panas).

Ditulis oleh: Andre

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Untuk Antisipasi, 5 Alat Kesehatan Ini Wajib Ada di Rumah

Halaman: 
Admin : Satria Budi