logo


Demokrat Beberkan Ketidakadilan yang Berujung Kekalahan AHY di Pilkada DKI

Sekjen PD, Hinca Panjaitan mengatakan PD merasa tidak mendapatkan keadilan di pilkada DKI Jakarta, Kaltim, dan Papua

4 Januari 2018 06:45 WIB

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) didampingi Sylviana Murni (kiri) menyampaikan visi dan misinya saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1).
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) didampingi Sylviana Murni (kiri) menyampaikan visi dan misinya saat Debat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

JAKARTA, JITUNEWS.COMDalam pernyataan sikap terkait Pilgub Kalimantan Timur 2018, hasil emergency meeting yang dipimpin Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PD merasa diperlakukan tidak adil di tiga pilkada. 

Sekjen PD, Hinca Panjaitan, mengatakan PD merasa tidak mendapatkan keadilan di Pilkada DKI Jakarta, Kaltim, dan Papua.

"Ingat pasangan AHY yaitu Sylviana Murni, diperiksa penyidik bersama suami saat pilkada berproses sampai selesai dan itu terpaksa menggerus citra pasangan ini. Pada akhirnya, toh, tidak diketahui juga perkara ini berakhirnya," kata Hinca di markas partai, Menteng, pada hari Rabu (3/1).


Fahri Hamzah: 2018 Akan Jadi Tahun yang Ribut dan Gaduh

Hinca mengatakan ada upaya penggerusan dan kriminalisasi terhadap pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni. Bahkan berlanjut hingga 'penyerbuan' sekelompok massa di kediaman SBY di Mega Kuningan. Insiden tersebut sudah dilaporkan, namun PD tidak mendapatkan hasilnya dari polisi.

"Penyerangan kediaman Ketum SBY di Kuningan, kami laporkan sampai hari ini kami tidak dengar hasilnya," ujarnya.

Kemudian, pernyataan mantan Ketua KPK, Antasari Azhar, juga membuat PD merasa dirugikan.

"Tuduhan fitnah Antasari yang sudah kami laporkan ke penegak hukum yang masih belum diproses tuntas. Hari itu pasangan AHY dan Sylviana menempati survei tertinggi, lalu tergerus. Namun, sudah selesai, kita akui pemenangnya," ujarnya.

Kemudian, aksi bela Islam berjilid juga disebut merugikan PD. Ada fitnah terhadap SBY yang dikaitkan dengan aksi penuntutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus penistaan agama. 

"Pada saat rangkaian pilkada, itu tuduhan kepada ketum kami SBY mendanai 411 dan 212. Padahal faktanya sama sekali tidak berdasar," terangnya.

Insiden pada pilkada DKI Jakarta tahun kemarin dijadikan momentum oleh PD untuk berbenah dan melakukan penyelidikan.

"Kami telah investigasi, punya buku putih. Untuk itu, pada waktunya kami buka," sebut Hinca. 

Hasil Survei Jokowi Meroket, PDIP:Tentu Kami Bersyukur

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata