logo


Kontroversi Penataan PKL Tanah Abang, Sandiaga Klaim Ada Dampak Penurunan Kemacetan 56 Persen

Pemprov masih kekeh untuk tetap melanjutkan penerapan kebijakan itu sebagai salah satu solusi bagi masalah PKL di Tanah Abang.

30 Desember 2017 03:36 WIB

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno.
Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Beritajakarta.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kontroversi penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kawasan Tanah Abang masih terus bergulir. Sejumlah pihak menilai kebijakan itu perlu ditinjau kembali oleh Pemprov DKI Jakarta mengingat adanya potensi pelanggaran UU dalam kebijakan itu.

Namun, meski terus diwarnai kontroversi, Pemprov masih kekeh untuk tetap melanjutkan penerapan kebijakan itu sebagai salah satu solusi bagi masalah PKL di Tanah Abang. Kebijakan itu bahkan disebut-sebut telah berdampak penurunan kemacetan di Tanah Abang.

"Tetapi ternyata ada penurunan yaitu sekitar 56 persen dibandingkan hari-hari yang sama pada minggu-minggu sebelumnya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (29/12/2017).


Target Donasi Mahar Nikah Massal Masih Jauh dari Target, Sandi Tak Patah Semangat

Sandiaga mengaku dirinya menyayangkan tanggapan sejumlah pihak yang meminta para pedagang kaki lima direlokasi ke Blok G Tanah Abang.

"Loh kami tata ini, karena sudah tahu Blok G ini bisa dirobohkan dalam hitungan minggu," ujar Sandiaga.

Apalagi, lanjut Sandiaga, saat ini kondisi gedung Blok G sudah tak layak lagi dijadikan pusat perbelanjaan.

"Dan memang rencana PD Pasar Jaya dari 2016 adalah membangun ulang (Blok G Tanah Abang) dan itu akan menjadi bagian building block," ujar Sandiaga.

Masih terkait penurunan kemacetan, Sandiaga pun mengaku bahwa data kemacetan tersebut belum valid. Sebab angka 56 persen penurunan kemacetan yang disebutnya berasal dari laporan kemacetan para pengguna aplikasi navigasi Waze.

Ombudsman Sebut Penataan PKL di Tanah Abang Maladministrasi, Ini Rekomendasi Solusi bagi Anies-Sandi

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas