logo


Perkembangan Kasus Sandiaga Uno di Kepolisian Mandek, Pelapor: Kenapa tidak pernah terdengar

Kasus itu mulanya terungkap saat Fransiska yang diberi kuasa Edward Soeryadjaya melaporkan kasus penggelapan jual-beli sebidang tanah di kawasan Curug, Tangerang Selatan

21 Desember 2017 14:00 WIB

Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Kasus dugaan penggelapan jual beli tanah di Kawasan Tangerang Selatan yang melibatkan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno dinilai menguap dan tak ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Pelapor kasus itu, Fransiska Kumalawati Susilo lantas mempertanyakan proses penyidikan terkait laporannya.

Menurut Fransiska, polisi hanya menetapkan Andreas sebagai tersangka. Padahal, berkas penyidikan perkara rekan bisnis Sandiaga tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Dia pun mempertanyakan status hukum Sandiaga dalam kasus itu. Bagi Fransiska, Sandiaga sebagai salah satu pemilik saham PT Japirex diduga kuat terlibat dalam penjualan tanah yang dilakukan perusahaan tersebut.

"Kenapa tidak pernah terdengar, sedangkan nama Sandiaga itu tercatat jelas sebagai pemilik saham di PT Japirex dan yang memerintahkan untuk memasukkan uang hasil penjualan tanah ke dalam akun Andreas," ujar Fransiska melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

Fransiska mengatakan, dirinya memiliki sejumlah bukti keterlibatan Sandiaga Uno dalam kasus itu. Bukti- bukti yang kini dipegangnya antara lain, surat perjanjian jual-beli tanah yang ditandatangani Sandiaga dan Andreas. Di lembar perjanjian itu tertulis uang hasil penjualan seluruhnya dikirimkan pembeli ke rekening Andreas.

"Di surat penyataan pembelian tanah, Sandiaga juga menandatangani persetujuan dengan tanda tangan jika uang hasil penjualan ditransfer ke rekening Andreas. Sertifikat tanah juga sudah ganti nama atas nama pembeli itu," jelas Fransiska.

Sebagaimana diketahui, kasus itu mulanya terungkap saat Fransiska yang diberi kuasa Edward Soeryadjaya melaporkan kasus penggelapan jual-beli sebidang tanah di kawasan Curug, Tangerang Selatan pada 2012 lalu yang diduga dilakukan Sandiaga dan Andreas ke Polda Metro Jaya.

Laporan polisi tersebut terdaftar dengan nomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum pada 8 Maret 2017. Pihak Fransiska mengaku merugi hingga Rp 12 miliar akibat tanahnya digelapkan PT Japirex.

Sandiaga memang pernah diperiksa penyidik pada Jumat 31 Maret 2017 lalu. Namun, hingga saat ini, Sandiaga masih berstatus sebagai saksi. Sementara itu, Andreas telah menjadi tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

Tak Ingin Abaikan Kualitas Rumah DP Nol Rupiah, Sandi: Itu Sangat Tidak Manusiawi

Halaman: 
Penulis : Marselinus Gunas