logo


Yasonna Santai Namanya Diseret Setya Novanto

Yasonna yakin bahwa dia tidak menerima apapun dari proyek e-KTP tersebut

20 Desember 2017 16:48 WIB

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, dalam acara syukuran yang digelar Antasari Azhar, Sabtu (26/11)
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, dalam acara syukuran yang digelar Antasari Azhar, Sabtu (26/11) Dok. Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COMMenteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly kembali disinggung dalam kasus korupsi e-KTP. Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail menyinggung beberapa nama yang disebut turut menerima uang e-KTP, salah satunya Yasonna.

Mengetahui hal tersebut, Yasonna menanggapinya dengan santai, ia tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut.

"Sudah diserahkan ke profesional, jadi aman lah itu," ujar Yasonna di Gedung Pengayoman, Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu (20/12).


Kata Menkumham Remisi Natal untuk Ahok Belum Diteken

Yasonna yakin bahwa dia tidak menerima apapun dari proyek e-KTP tersebut.

"Kalau kita tidak melakukan sesuatu, kau harus percaya kita aman, itu aja," ujar Yasonna.

Sebelumnya, pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail, menyebut adanya perbedaan dalam surat dakwaan kliennya dengan terdakwa lainnya dalam kasus e-KTP. Ada sejumlah nama yang tercantum menerima uang e-KTP dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, namun dalam dakwaan Andi Agustinus alias Andi Narogong dan Setya Novanto nama tersebut tidak ada.

"Yang sangat mencolok ialah orang-orang dikatakan menerima uang dari proyek e-KTP itu, tadi sudah jelas kami sampaikan bukan hanya PDIP yang menerima, yang dihilangkan, tetapi juga ada juga dari Partai Golkar, PAN, Demokrat dan ada partai lain kalau saya enggak keliru PKB," kata Maqdir usai persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (20/12).

"Nama-nama antara lain Yasonna Laoly, Ganjar Pranowo, Olly Dondokambey, Teguh Juwarno, Tamsil Linrung, Markus Mekeng, Agun Gunandjar. Saya kira itu yang saya ingat," ujarnya.

Penjelasan KPK Soal Nama-nama yang Hilang di Surat Dakwaan Novanto

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata