logo


Anak dan Istri Setya Novanto Bisa Dijerat

Ahmad tak menampik bahwa penyidik KPK bisa saja menjerat Novanto dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU)

19 Desember 2017 19:49 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COMPusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengatakan laporan transaksi Setya Novanto (SN) sudah diserahkan seluruhnya kepada penyidik KPK. Namun, PPATK enggan membeberkan isi laporan tersebut.

"Sudah, sudah lama, kita jangan berbicara SN-lah. Semua hal terkait diduga terjadi pelanggaran UU atau tindak pidana, PPATK itu punya kewenangan, diminta atau tidak, untuk menyampaikan hasil analisanya," ujar Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin di kantor PPATK, Selasa (19/12).

Dia tidak menyebut apakah ada transaksi yang mencurigakan dalam laporan tersebut. Namun, Ahmad tak menampik bahwa penyidik KPK bisa saja menjerat Novanto dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Terus Pantau Kesehatan Novanto, KPK: Ada Keluhan Batuk

"Pokoknya sudah kami serahkan. (Kemungkinan dijerat TPPU) insyaallah, itu penyidiklah yang bisa," katanya.

Di dalam surat dakwaan, istri dan anak Novanto, Deisti Astriani Tagor dan Rheza Herwindo disebut memiliki saham di perusahaan yang menjadi holding PT Murakabi Sejahtera, yang ikut dalam konsorsium lelang proyek e-KTP. Apabila ada indikasi TPPU terkait hal tersebut, anak dan istri Novanto bisa dijerat.

"Kalau memang terbukti dia mengetahui dan ikut menyimpan atau menguasai tentu bisa dikenakan, tapi kuncinya, semua dibuktikan oleh penyidik KPK," ucap Ahmad.

Wakil Kepala PPATK, Dian Ediana Rae memastikan PPATK akan membantu KPK jika masih membutuhkan data lain.

"Yang jelas sebetulnya kalau dilihat dari semua yang kita temukan pada hakikatnya sekarang ini seluruhnya sudah kita serahkan ke KPK. Artinya bahwa informasi yang ada di KPK itu sama dengan informasi yang ada di kita sebetulnya," ujar Rae.

"Tapi kan ini kasusnya bisa berkembang. Kalau itu berkembang, tentu kita akan memperhatikan itu. Jadi kita kan selalu ada kolaborasi yang sangat dekat dengan KPK. Jadi kalau ada perlu tambahan, misalnya transaksi 'X' atau transaksi 'Y', itu pasti ditambahkan ke kita," ujar Rae.

Soal Pemecatan Setya Novanto, Ini Kata Akbar Tandjung

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata