logo


Pencalonan Bambang Hendroyono sebagai Ketua HA IPB Tidak Melanggar Aturan

Pencalonan Bambang Hendroyono sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB periode 2017-2021, rupanya mengalami sandungan.

17 Desember 2017 01:31 WIB

Calon Ketua Himpunan Alumni IPB, Bambang Hendroyono
Calon Ketua Himpunan Alumni IPB, Bambang Hendroyono
dibaca 628 x

Di tengah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ke-V untuk menentukan Ketua dan Sekjen HA IPB, ada upaya penjegalan terhadap salah satu calon ketua HA IPB mendatang.

Pencalonan Bambang Hendroyono sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB periode 2017-2021, rupanya mengalami sandungan.

Hal tersebut terkait dengan statement Ketua Dewan Pembina HA IPB, Nurcahyo Adi, kepada media yang mengatakan, bahwa kurang lazim seorang Ketua HA IPB mencalonkan diri lagi sebagai ketua untuk periode berikutnya.


Pesan Presiden Jokowi ke IPB: Ciptakan Paradigma Pertanian Baru

"Himpunan Alumni IPB itu kan cuma paguyuban, basisnya kekeluargaan. Jadi saya kira sebaiknya tidak usah dua kali (memimpin)," ujar Cahyo seperti dilansir dari salah satu media.

Terkait pernyataan Cahyo tersebut, Bambang pun angkat bicara, menurutnya pencalonan dirinya sebagai Ketua Himpunan Alumni IPB bukan keinginan dirinya semata, namun adanya dorongan dari DPD hingga DPC Himpunan Alumni IPB yang ingin dirinya kembali menjadi Ketua HA IPB.

"Tidak ada yang mencari-cari jabatan tersebut, saya di dorong dan dicalonkan kembali oleh DPD dan DPK serta DPC HA IPB se-Nusantara untuk kembali menjabat Ketum Himpunan Alumni IPB, jadi bukan keinginan saya semata. Lagi pula tidak melanggar ketentuan AD ART." ujar Bambang seperti rilis yang diterima, Sabtu (16/12)

Bambang merasa pernyataan Cahyo yang mengatakan dirinya melakukan lobi-lobi politik, hanyalah kekuatiran Cahyo terhadap dirinya yang akan memimpin kembali HA IPB.

"Kebiasaan maju dua kali hampir bisa dipastikan menjadi norma dalam sistem politik demokrasi dimana pun di dunia. Artinya, ini sudah menjadi standar nilai. Bahwa seseorang bisa maju dua kali di dalam proses kontestasi dan itu sama sekali tidak bisa dibilang tradisi buruk," jelas Bambang

Menurut Bambang, apa yang dikatakan Cahyo tak ada dalam tradisi IPB seorang Ketua mencalonkan diri lagi, seyogiaanya bertentangan dengan iklim demokrasi di mana pun juga.

"Bagaimana mungkin dia bilang tradisi buruk atau tidak baik, jika aturan itu diterapkan dalam memilih pemimpin di hampir seluruh negara yang menggunakan sistem politik demokrasi, termasuk Indonesia," pungkasnya.

Bambang kembali menegaskan, bagaimana mungkin mencalonkan kembali dianggap memecah belah organisasi kalau mekanisme itu diatur oleh AD ART dan menjadi norma universal di seluruh dunia.

"Pecah belah itu muncul karena ada pihak internal yang tidak bisa menerima perbedaan, atau ada kelompok dari luar yang menginginkan organisasi pecah," katanya lagi.

Menurut Bambang, melarang orang untuk maju dua kali dalam sebuah pemilihan adalah argumen yang salah dan menyesatkan.

"Oleh karena itu, ia tidak mungkin bisa kita jadikan sebagai patokan etis sebuah rangka bangunan organisasi. Karena sekali lagi, itu adalah argumen yg menyesatkan," pungkas Bambang

Terkait visi misi, Bambang menjelaskan, dirinya ingin mensinergikan semua potensi alumni IPB baik itu swasta birokrat dan pengusaha serta ilmuwan dan institusi IPB untuk mendorong pertanian indonesia lebih berdaulat dan rakyat serta petani lebih sejahtera.

"Membangun tradisi yang baik sebenarnya sudah kita lakukan, yakni melahirkan pemimpin alumni yang memiliki visi dan bisa menjalankan visi tersebut dengan menggerakkan sumber daya yang dimiliki oleh kalangan alumni. Inilah tradisi kepemimpinan yang baik," lanjut Bambang.

Atas dasar itulah Bambang mau melanjutkan kembali kepemimpinannya jika ia diberikan kesempatan. Hal tersebut tak lain untuk membawa organisasi ke arah perubahan.

"Kunci utamanya adalah sinergi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan mengembangkan seluruh potensi pertanian secara luas mulai dari tingkat desa," tutup Bambang.

Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang digelar dua hari Sabtu-Minggu , 16 s.d. 17 Desember 2017, salah satu agenda Munas adalah perkenalan empat bakal calon (balon) pasangan Ketua dan Sekjen HA IPB.

Mereka adalah Arif Budimanta-Gogod Tujuanto, Bambang Hendroyono-Doni Yusri, Fattan Kamil- Walneg, serta Rudi Irawan-Iriana Ekasari. (Yeni)

Ditulis oleh: Yeni Karmawati

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan IPB: Penderitaan Warga Rohingya Harus Segera Diakhiri

Halaman: 
Admin : Nugrahenny Putri Untari
 
×
×