logo


Dulang Omset Puluhan Juta dengan Usaha Lauk Kemasan

Keuntungan yang dikantongi Widya berkisar 30,4% dari omset atau sekitar Rp 6,3 juta per bulan.

31 Desember 2014 09:56 WIB

Produk lauk kemasan dari dapur cabi
Produk lauk kemasan dari dapur cabi

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Untuk berjaga-jaga, kala tak sempat memasak bagi keluarga, terkadang ibu rumah tangga menyiapkan Lauk Kemasan dalam bentuk kering. Selain tahan lama, lauk kemasan terbilang praktis dan bisa langsung disajikan bersama dengan nasi putih hangat.

Hal ini tentu membuat bisnis lauk kemasan memiliki prospek cerah bagi siapa saja yang ingin menggelutinya. Dan salah satu brand bisnis berbasis lauk kemasan, yang sukses dengan omset puluhan juta adalah Dapur Cabi. Terbukti, usaha yang digawangi oleh Widya Zulkarnaen (39) ini, mampu mendulang omset Rp 20 juta per bulan. Seperti apa perjalanan usahanya ?

Sejak tahun 2008 wanita yang akrab disapa Widya ini, sudah cukup akrab dengan dunia kuliner. Karena sejak saat itu, wanita kelahiran Pasuruan-Jawa Timur 26 Mei 1975 ini telah membangun bisnis catering rumahan yang melayani pesanan dari perumahan di sekitar Cibubur – Jakarta Timur dan perkantoran yang ada di kawasan Jakarta Selatan. Bisnis skala homemade ini pun terbilang sukses, pesanan yang datang bukan sekedar catering dalam bentuk lunch box saja, tapi ada juga Snack Box dan lauk kering dalam kemasan.


Roemah Rempah Spa Sabet Penghargaan Prestisius The Most Promising Brand 2019

Namun sekitar tahun 2010, Widya memfokuskan diri berjualan lauk kering kemasan. Oleh karenany, ia kembali mengeluarkan modal tambahan sebesar Rp 2 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan baku sebesar Rp 1,5 juta dan sisanya untuk membeli kemasan serta bahan bakar gas. Sedangkan untuk peralatan dapur, Ibu dua orang anak ini mengandalkan peralatan yang sudah ada. Mulai dari kompor, penggorengan, hingga wadah tupperware.

Sebagai variannya, Widya menyajikan Dendeng Semut Daging, Kering Kentang, Kering Kentang Teri Medan, Kering Kentang Ebi Kacang, Serundeng Udang, Ikan Asin Balado, dan Dendeng Ragi Ayam. Masing-masing varian tersedia dalam kemasan toples ukuran 500 gr dan 200 gr, yang dijual dengan rentang harga Rp 45.000–Rp 50.000 per toples.  

Demi menjaring pangsa pasar yang lebih luas, Widya memanfaatkan kecanggihan dunia maya sebagai alat promosi. Oleh karena itu, Widya mengandalkan sistem penjualan by order. Baginya, cara ini dinilai lebih ampuh untuk meminimalisir kerugian.  

Selain itu, agar cakupan pelanggan yang dituju lebih banyak, sejak tahun 2011 Widya telah membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat menjadi reseller. Dan kini Dapur Cabi telah memiliki tiga orang reseller yang tersebar di kawasan Gandaria – Jakarta Selatan, Pamulang – Ciputat, Tangerang Selatan dan Bogor-Jawa Barat.        

Supaya semua pesanan dapat dilayani, Widya meminta para reseller atau pelanggan Dapur Cabi untuk memesan lauk kering kemasan minimal tiga hari sebelumnya. Pesanan dari reseller biasanya diambil langsung ke Dapur Cabi yang ada di perumahan Silaturahim Residence 2, Jl. Lame , Cibubur-Jakarta Timur.

Sedangkan untuk pemesanan langsung dari pelanggang di sekitar Jabodetabek, diantar oleh kurir Dapur Cabi menggunakan mobil operasional, dengan minimal order sebanyak tiga toples. Di bawah minimum order pelanggan akan dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 10 ribu-Rp 16 ribu tergantung jarak tempuh. Sedangkan untuk pesanan di luar Jabodetabek, Widya mengandalkan jasa ekspedisi seperti TIKI dan JNE, dengan ongkos kirim ditanggung pemesan.

 

Royal Garden Spa Kokohkan Posisinya Sebagai Pemimpin Pasar Waralaba Spa

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah