logo


Peluang Usaha Siomay Rasa Buah dan Sayur Untungnya Menggiurkan

rata-rata Imam mampu menjual 900 pieces siomay dengan omset mencapai Rp 900.000 per hari

31 Desember 2014 09:49 WIB

Siomay Pelangi Yummy
Siomay Pelangi Yummy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketika enggan menyantap nasi atau menu utama lainnya, kebanyakan orang akan memilih jajanan yang mengenyangkan, salah satunya Siomay Bandung. Tak heran, bila hidangan sepinggan yang terlahir dari kolaborasi masakan khas China dan Jawa Barat ini sangat mudah ditemui. Mulai dari skala booth di pinggir jalan, kantin sekolah hingga kawasan mal.

Menjamurnya pelaku usaha siomay di Indonesia, membuktikan bahwa bisnis berbasis siomay ini menawarkan prospek cerah, yang tentunya melahirkan omset menjanjikan bagi pelakunya. Namun saking banyaknya pelaku usaha berbasis siomay, kreatifitas diperlukan sebagai pembeda.

Salah satunya sudah dilakukan oleh Muhammad Imam Fauzi (20), yang menawarkan siomay aneka warna bercita rasa buah dan sayur. Berkat inovasinya, pria yang akrab disapa Imam ini mampu mendulang omset hingga Rp 27 juta per bulan, dengan usaha bernama Siomay Pelangi Yummy. Bagaimana perjalanan usahanya ?


Kisah Kopi, Tawarkan Cita Rasa Kopi Nikmat Khas 'Buatan Nenek'

Usaha Siomay Pelangi Yummy ini berawal dari ketertarikan Imam mengikuti program Pemerintah untuk mengenalkan makanan berbahan dasar ikan. Karena doyan makan Siomay Bandung, maka hidangan berbumbu kacang inilah yang dipilih Imam sebagai basis usahanya. Apalagi ibunya cukup lihai membuat Siomay Bandung, sehingga ia tak perlu repot mencari formula resep yang enak.

Untuk memulai usahanya tersebut, pria kelahiran Jakarta, 19 Juni 1994 ini, mengeluarkan modal sebesar Rp 3,5 juta yang digunakan untuk membayar sewa tempat sebesar Rp 2,5 juta per bulan dan bahan bahan baku Rp 1 juta. Karena melakukan proses produksi di rumah, Imam pun mengandalkan peralatan dapur milik ibunya.

Sebagai lokasi usaha, Imam memilih kantin sekolah SMKN 65 Jakarta Barat. Meski dipasarkan di kantin sekolah yang telah memiliki pangsa pasar  tetap, tapi Imam tetap rajin berpromosi lewat event. Seperti bazaar kampus atau event kelompok usaha. Cara ini sengaja dilakukan untuk memperluas jaringan pemasaran. Sebab, Imam juga menyasar pembelian by order.

Untuk melengkapi promosi yang dilakukan saat bazaar dan event, Imam sengaja membentangkan banner untuk menarik minat para pengunjung. Ia juga  memanfaatkan jejaring sosial agar keberadaan Siomay Pelangi Yummy kian mengaung. Dari rangkaian teknik promosi yang dijalani, tak heran kini Imam telah memiliki pelanggan hingga ke luar kota seperti Bandung – Jawa Barat, Surabaya – Jawa Timur dan Bali.

Sedangkan sebagai varian, Imam menawarkan Siomay Merah, Orange, Hijau dan Ungu. warna-warna siomay tersebut didapat Imam bukan dari pewarna, melainkan dari ekstrak buah, sayura, dan umbi. Misalnya saja, sari buah naga merah untuk siomay merah, ekstrak bayam untuk siomay hijau, biang jus wortel untuk siomay orange dan ubi ungu kukus untuk siomay ungu.

Meski menawarkan kreasi siomay yang berwarna-warni, Imam tetap menyediakan siomay Bandung klasik. Pelengkap yang digunakan juga sama, berupa Kol, Tahu dan Pare Kukus, dengan siraman bumbu kacang. Semua varian dijual Imam dengan harga Rp 1.000 per pieces.

Keunikan menu serta beragam promosi yang dilakukan Imam ternyata berbuah manis. Dalam sehari, rata-rata Imam mampu menjual 900 pieces siomay dengan omset mencapai Rp 900.000. Jika dihitung dalam pendapatan sebulan, setidaknya 27.000 pieces Siomay ala Siomay Pelangi Yummy laris terjual. Dengan omset sebulan mencapai Rp 27 juta. Sementara, keuntungan bersih yang mampu diraup Imam juga cukup menggiurkan, yakni mencapai 27% atau Rp 7,1 juta per bulan. Tertarik ?

Roemah Rempah Spa Sabet Penghargaan Prestisius The Most Promising Brand 2019

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah