logo


Usaha Pepes Sagu Pisang Untungnya 60% dari Omset

sebulan, setidaknya Daniel mampu mengantongi omset hingga Rp 36 juta

31 Desember 2014 09:41 WIB

Pepes Sagu Pisang
Pepes Sagu Pisang

BOGOR, JITUNEWS.COM - Dari tahun ke tahun bisnis berbasis kudapan tradisional, masih saja booming. Booming-nya bisnis bertajuk kudapan tradisional tak pernah lepas dari lidah orang Indonesia, yang masih menyukai kudapan tradisional sebagai makanan favorit. Dan bisnis kudapan tradisional yang sudah berjalan lebih dari 25 tahun, dan kini masih tetap eksis bernama Pepes Sagu Pisang Khas Bogor, yang dilakoni oleh Daniel Thung (44). Berapa ya omsetnya ?

Diceritakan Daniel, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, Daniel kecil sering membantu ibunya berjualan Pepes Sagu Pisang di sekitar Gg. Aut, Bogor – Jawa Barat. Karena telah memasuki usia uzur, di tahun 1987, usaha rumahan itu kemudian diwariskan pada Daniel. Agar prospek penjualan lebih cemerlang, lokasi penjualan dipindahkan ke kawasan Jl. Surya Kencana, Bogor – Jawa Barat, yang dinilai lebih ramai.  

Mulanya, Daniel hanya menjual pepes sagu pisang rasa original, namun setelah berjalan hampir satu tahun, ia mulai berinovasi dengan menambahkan keju, cokelat atau nangka ke dalam adonan. Inovasi yang dilakukannya ternyata berbuah manis. Ia berhasil menciptakan rasa baru yang berbeda dari sebelumnya tanpa meninggalkan cita rasa khas pepes sagu pisang. Namun, sebelum di pasarkan, Daniel membagikan taster kepada para tetangga sekitar tempat tinggalnya untuk melihat respon pasar. Tak disangka, banyak orang yang suka dengan varian rasa baru yang dibuat Daniel.


Kisah Kopi, Tawarkan Cita Rasa Kopi Nikmat Khas 'Buatan Nenek'

Selain menawarkan varian baru, Daniel juga mengubah konsep penjualan dari menggunakan meja lipat menjadi gerobak, sehingga terkesan lebih higienis. Untuk konsep barunya, Daniel rela merogoh kocek sebesar Rp 2 juta sebagai modal usaha. Dana tersebut digunakan untuk membuat gerobak dan mengganti peralatan yang sudah usang.   

Demi menjaga eksistensi usaha, seiring berjalannya waktu Daniel selalu berusaha menciptakan menu baru yang sesuai selera pasar. Sejak tahun 1990, Daniel bukan hanya menjual kreasi pepes sagu pisang saja, tapi kreasi pepes asin yang bisa dijadikan sebagai lauk.

Kini, Daniel telah memiliki 20 varian pepes yang bisa dipilih konsumen. Mulai dari pepes manis berupa Pepes Sagu Pisang Original, Pepes Sagu Keju, Pepes Sagu Cokelat, dan Pepes Sagu Nangka, hingga Pepes Asin seperti Pepes Tahu, Pepes Jamur, Pepes Udang, Pepes Oncom, Pepes Teri, Pepes Pedas Udang, Pepes Cumi, Pepes Ikan Tongkol, Pepes Telur Asin, Pepes Ayam, Pepes Tenggiri, Pepes Balado Udang, Pepes Ikan Mas, Pepes Ikan Nila, Pepes Usus, dan Pepes Ikan Peda. Masing-masing varian ditawarkan dengan kisaran Rp 3.500 hingga Rp 4.000 untuk pepes manis, dan dari Rp 4.000 hingga Rp 14.000 untuk pepes asin.

Untuk menarik minat konsumen, di depan gerobak sengaja dipasang papan berukuran cukup besar, yang bertuliskan label usaha dan nomor telepon pemesanan. Daniel juga memajang ragam menu yang ditawarkannya di atas rak-rak yang tersusun dalam gerobak.

Berkat keuletan, inovasi yang tinggi, serta pemilihan lokasi yang strategis, Pepes Sagu Pisang Khas Bogor tak pernah sepi pembeli. Alhasil, usaha yang digeluti oleh Daniel ini mampu menghasilkan omset yang menggiurkan. Dalam sehari, Daniel mampu meraup omset sekira Rp 1,2 juta. Dan bila diasumsikan dalam sebulan, setidaknya Daniel mampu mengantongi omset hingga Rp 36 juta.

Selain itu, karena tidak memiliki karyawan dan segala sesuatunya masih dilakoni sendiri, Daniel tak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar gaji karyawan. Ia juga tidak dikenakan sewa tempat, karena sejak dahulu tidak ada pungutan apapun dari pemerintah setempat. Wajar, bila dalam sebulan Daniel bisa mengantongi keuntungan bersih hingga mencapai 63% atau sekitar Rp 22 juta. Berminat melakoni bisnis seperti ini ?

Roemah Rempah Spa Sabet Penghargaan Prestisius The Most Promising Brand 2019

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah