logo


Taiwan Machine Tools 2017: Memperkuat Rantai Pasokan Otomotif Indonesia dengan Smart Manufacturing

Taiwan tetap menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke pasar Indonesia dan akan terus menjadi mitra terbaik untuk Indonesia.

6 Desember 2017 23:42 WIB

Preskon pameran Taiwan Machine Tools 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/12)
Preskon pameran Taiwan Machine Tools 2017 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (6/12) Jitunews/Riana

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Industri manufaktur di dalam negeri Indonesia masih menunjukkan geliat positif dalam upaya perluasan usaha, dengan didorong meningkatnya permintaan dari pasar domestik dan ekspor. Menurut Kementerian Perindustrian Indonesia, indeks optimistis manager index/PMI) Indonesia berada di posisi 50,4 pada September 2017. Mereka pun berbagai pertumbuhan industri hingga akhir tahun 2017 masih baik seiring realisasi dari investasi di sektor industri.

Kementerian Perindustrian juga mencatat nilai investasi PMA (penanaman modal asing) sektor industri sampai dengan semester tahun 2017 mencapai 7,06 miliar dolar AS. Investasi PMA sektor industri ini memberikan kontribusi sebesar 45,43 persen dari total investasi PMA pada semester I tahun 2017 sebesar 15,53 miliar dolar AS. Sejumlah upaya pun masih dilakukan untuk memajukan kebijakan industri yang layak di Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, perluasan jangkauan produk, dan pengurangan biaya operasional.

Untuk mendukung Indonesia dalam membangun basis produksi yang kompetitif secara regional, industri alat mesin Taiwan akan berbagi prestasinya dalam teknologi permesinan dengan pelaku industri lokal dalam sebuah pameran industri di Jakarta.


Gelar 'MEET TAIWAN 2017', TAITRA Targetkan Wisatawan Indonesia ke Taiwan Melonjak 10%

Perwakilan beberapa penyedia solusi otomasi terdepan di dunia dari Taiwan akan mempresentasikan produk dan inovasi terbaru mereka di Taiwan Product Launch, yang akan dipadukan dengan Product Application Demo Show selama Manufacturing Indonesia 2017 di Jakarta International Expo Center. Pameran ini diselenggarakan mulai dari hari Kamis (6/12) s.d Minggu (9/12) mendatang, mulai pukul 10.00 WIB di Hall A3216-3317.

Sebagai informasi, acara ini diselenggarakan oleh Bureau of Foreign Trade (BOFT), dan dilaksanakan oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan Coperate synerngy Development Center (CSD). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur lokal, terutama sektor otomotif di Indonesia. Beberapa pembuat alat mesin Taiwan akan berkontribusi untuk pengembangan industri di Indonesia, selama acara tersebut berlangsung.

John C Chen, Perwakilan dari Taipei Economic and Trade Office di Indonesia mengatakan, Taiwan tetap menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke pasar Indonesia dan akan terus menjadi mitra terbaik untuk Indonesia. 

Kata dia, impor peralatan mesin buatan Taiwan pada 2016, misalnya, mencapai 59,48 juta, yang menjadikan tersebut pemasok peralatan mesin terbesar ketiga Indonesia, menyumbang 11% dari total impor tahunan Indonesia, yang nilainya mencapai 556,011 juta dollar AS. Sementara dari Januari hingga Juli tahun ini, impor alat mesin buatan Taiwan mencapai 35,563 juta, meningkat 9% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Dari total mesin bubut dan mesin putar yang diluncurkan pada periode Januari Desember tahun lalu, Indonesia menyerap peralatan tersebut senilai US$ 66,53 juta. Taiwan menyumbang 12,03% dari total, nilai US$ 8 juta. Sedangkan untuk permesinan, Indonesia mengimpor total US$ 491 juta dengan memasok 14,26% dalam hal ini, pada periode yang sama, dengan Taiwan kebutuhannya atau sekitar US$ 11,40 juta. Ekspor mesin bubut center dari Taiwan ke Indonesia merupakan yang tertinggi ke-2 tahun lalu, sedangkan ekspor mesin bubut dan mesin putar dari Taiwan ke Indonesia berada di peringkat 4 tertinggi di tahun ini,” beber John C Chen kepada media, di JiExpo, Rabu (6/12).

Ia melanjutkan, industri mesin manufaktur Taiwan memiliki rantai dan nilai yang terpadu, mulai dari penelitian dan perancangan sampai manufaktur dan perakitan, pengujian, pemasaran, dan layanan purna jual yang komprehensif. Para produsen mesin tersebut sebagian besar terkonsentrasi di bagian tengah Taiwan, dan mendapat dukungan penuh dari sektor hulu dan hilir, dimana perusahaan anggotanya juga telah membentuk kelompok industri di daerah tersebut.

“Nilai keseluruhan produksi mesin Taiwan pada tahun ini dapat melebihi NT$1 triliun (sekitar US$ 3,3 miliar) untuk pertama kalinya. Tahun ini, ekspor mesin naik 15,2% menjadi US$ 2,7 miliar, dari Januari hingga Oktober, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016,” ujar John C Chen. 

Untuk diketahui, Taiwan adalah produsen alat mesin terbesar ke-7 di dunia yang menguasai 5 sampai 6 persen pangsa pasar global. Produsen mesin manufaktur Taiwan pun telah berhasil mengintegrasikan perangkat dan aplikasi canggih ke dalam produknya. Beberapa di antaranya, seperti lengan robot, tak berawak, dan penyimpanan otomatis. Beberapa dari mereka telah melakukan terobosan signifikan dalam mengotomatisasi proses permesinan tertentu, dan bahkan keseluruhan lini produksi, sehingga membantu menciptakan nilai tambah dalam proses produksi, terutama pembuatan suku cadang mobil.

John C Chen melanjutkan, dengan tren internet of things (loT) dan smart manufacturing yang meningkat, industri perkakas mesin Taiwan juga telah berfokus pada pengembangan sistem dan layanan otonom yang akan melengkapi pabrik mobil untuk tantangan dan peluang masa depan. Menurutnya, semua perusahaan suku cadang mobil dan produsen logam di Indonesia, serta pelopor industri lokal yang tertarik untuk mengetahui lebih banyak tentang peralatan mesin buatan Taiwan, diundang untuk menghadiri pameran yang akan datang, sehingga dapat bertemu langsung dengan 112 peserta pameran dari Taiwan.

“Acara ini akan menjadi saat yang tepat bagi bisnis industri manufaktur suku cadang mobil untuk menyentuh basis pembuat alat mesin dari Taiwan, dan bekerja sama dalam mengeksplorasi cara yang paling menguntungkan dalam membantu mengotomatisasi industri otomotif lokal yang masih muda, dan mengubahnya menjadi pusat perakitan mobil utama di Asia Tenggara,” pungkas John C Chen.

11 Perusahaan Kosmetik Taiwan Akan Unjuk Gigi di Ajang 'Taiwan Beauty Alliance Trade Mission'

Halaman: 
Penulis : Riana