logo


183 Titik Api Akibatkan Kabut Asap Meluas di Riau

14 Maret 2014 11:18 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dampak pembakaran lahan dan hutan di Riau makin meluas. Hampir keseluruhan wilayah di Riau dan Sumatera Barat tertutup oleh kabut asap. Arah angin yang dominan dari timur laut ke barat daya menyebabkan penyebaran asap semakin meluas. Sementara asap dari kebakaran lahan dan hutan di Malaysia sebagian juga menyebar ke Selat Malaka dan wilayah Riau.

Laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa, titik api terpantau dari satelit NOAA18 ada 46 titik. Sementara dari satelit Modis ada 137 titik di Riau pada Kamis (13/3). Titik api ini lebih rendah dibandingkan dengan data sehari sebelumnya yang terdapat 168 titik dari NOAA18 dan 2.046 titik dari Modis.

Akibatnya sebanyak 49.591 jiwa menderita penyakit akibat asap seperti ispa, pneumonia, asma, iritasi mata dan kulit.

Martina (35), warga Pekanbaru, menuturkan bahwa dari pagi kabut asap sudah menutupi jarak pandang."Asap ini bikin sesak nafas saya,"ujarnya. Kabut asap, tambah Martina,jelas mengganggu aktifitasnya sehari-hari, dan ia tidak tahu harus melaporkan kemana."Apalagi saya punya anak yang masih kecil, jadi takut keluar rumah," paparnya.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar penegakan hukum dalam kasus kebakaran lahan dan hutan lebih ditingkatkan. Kepala BNPB Syamsul Maarif, meminta jajaran di Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian dan Pemda setempat lebih intensif dalam penegakan hukum.

Kepala Polri Jenderal Sutarman pun telah menegaskan pada Rabu (12/03) lalu, bahwa polisi akan mengambil tindakan terhadap tiga perusahaan yang dituduh membakar hutan dalam upaya pembukaan lahan mereka."Siapa pun yang melakukan kebakaran hutan dan menyebabkan polusi udara akan ditangkap.Ada unsur kesengajaan oleh pelaku,” katanya." Sejauh ini kami telah menemukan bahwa pelakunya berasal dari kedua perusahaan perkebunan dan masyarakat”.

Pagi ini, Pesawat Hercules C-130 akan dikerahkan untuk mengatasi bencana asap di Riau. Penggunaan pesawat ini untuk memodifikasi cuaca di Riau dengan homebase di Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Selain itu, dioperasikan pula enam unit ground based generator sistem sprayer di Bandara SSK II Pekanbaru untuk mengurangi kepekatan asap sehingga jarak pandang di bandara diharapkan dapat lebih baik dan penerbangan dapat dilakukan.

 

Harga Daging Ayam dan Telur Tertinggi di Samarinda

Halaman: 
Penulis : Tommy Ismaya, Tommy Ismaya
 
×
×