logo


Nutrifood Research Center Grant 2017: Kontribusi Peneliti Indonesia untuk Studi Diabetes Melitus

Nutrifood berharap semoga ajang ini mampu mewadahi para peneliti di Indonesia untuk terus berinovasi melakukan riset yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya terkait pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.

28 November 2017 17:35 WIB

Pemenang Nutrifood Research Center Grant 2017 berpose bersama jajaran dewan juri di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta, Selasa (28/11).
Pemenang Nutrifood Research Center Grant 2017 berpose bersama jajaran dewan juri di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta, Selasa (28/11). ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Selasa (28/11), bertempat di Hotel DoubleTree by Hilton, Jakarta, Nutrifood menggelar pemberian Penghargaan kepada para pemenang Nutrifood Research Center (NRC) Grant 2017, sebagai puncak rangkaian kompetisi yang telah berlangsung sejak Februari lalu.

Tingginya antusiasme pendaftar menjadi indikasi bahwa Indonesia memiliki banyak peneliti yang potensinya perlu didukung dan difasilitasi guna mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

Tiga proposal penelitian terbaik pemenang NRC Grant 2017 jatuh kepada tim mahasiswi S1 asal Universitas Udayana-Bali, sementara kedua tim lainnya merupakan tim dosen dan peneliti dari Universitas Surabaya dan Universitas Gadjah Mada-Yogyakarta.

Astri Kurniati, ST, MappSc, Head of Nutrifood Research Center, mengatakan, sejalan dengan misi Inspiring a Nutritious Life, Nutrifood Research Center Grant tahun ini secara spesifik mengusung tema penelitian terkait diabetes melitus tipe 2, yang juga menjadi concern dari brand-brand Nutrifood seperti Tropicana Slim. Faktanya, riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan bahwa prevalensi penderita diabetes di Indonesia kian meningkat dari 5.7% (2007) menjadi 6.9%, dengan total kasus diabetes yang telah mencapai angka 10 juta di tahun 2015[1].


Media Gathering Nutrifood: Masyarakat Harus Awas dengan Berita Hoax!

“Selain itu, pada tahun 2015, survey menunjukkan bahwa 1 di antara 11 orang dewasa menderita diabetes. Angka tersebut diprediksi akan terus meningkat di tahun 2040, dengan prevalensi 1 di antara 10. Ditemukan juga bahwa 90% di antara kasus diabetes yang ada, merupakan kasus diabetes melitus tipe 2 yang pencetusnya justru dipengaruhi oleh gaya hidup. Sehingga, selain berupaya menginspirasi hidup sehat melalui produknya, melalui hasil penelitian dari NRC Grant terkait diabetes melitus tipe 2 ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi Nutrifood dalam menurunkan prevalensi angka penderita ataupun kematian akibat diabetes di masa yang akan datang,” tutur Astri, di Jakarta, Selasa (28/11).

Di kesempatan yang sama, drg. Dyah Erti Mustikawati, MPH, Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, menambahkan, Kementerian Kesehatan menyambut baik inisiatif dari Nutrifood melalui NRC Grant ini. Menurutnya, upaya menurunkan prevalensi penderita diabetes di Indonesia perlu dilakukan oleh berbagai pihak, dan terobosan-terobosan baru untuk mengendalikan diabetes agar dapat mencapai target global 0 (zero) increase pada tahun 2025.

“Mengingat penyebab diabetes multidimensi, sehingga diperlukan banyak penelitian-penelitian untuk mencari strategi dan pendekatan yang paling efektif. Saya yakin dengan semakin banyak penelitian di bidang diabetes, dampak kontribusinya terhadap pengendalian diabetes pasti akan sangat positif,” ujar drg. Dyah.

Kemudian, Prof. Dr. Antonius Suwanto mewakili tim juri, menyampaikan, adanya pemberian grant dari Nutrifood menjadi contoh bentuk keterlibatan swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan science based thinking pada masyarakat.

Menurutnya, program ini mampu membuka mata masyarakat bahwa Indonesia memiliki peneliti-peneliti berkualitas yang dapat berperan memajukan ilmu kesehatan, tidak hanya dalam tingkat lokal, bahkan juga internasional.

“Setelah melakukan seleksi terhadap ratusan proposal penelitian yang masuk, kami akhirnya memilih ketiga pemenang berdasarkan kebaharuan ide penelitian, kesesuaian dengan tema, serta bagaimana tim ini dapat menuangkan idenya dalam proposal secara singkat, padat, dan jelas,” tandas Prof. Dr. Antonius.

Sebagai informasi, Nutrifood Research Center (NRC) Grant adalah program bantuan dana penelitian yang diberikan bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mendukung lahirnya penemuan baru di bidang kesehatan, khususnya terkait diabetes melitus tipe 2. Tiga proposal terbaik di NRC Grant 2017 berhak atas dukungan dana senilai total Rp 305 juta.

Pada tahun ketiga pelaksanaan, 763 proposal masuk sesuai tema penelitian yang diusung “Membangun Indonesia yang Lebih Sehat melalui Penelitian di Bidang Diabetes Melitus Tipe 2.”

Pada tahun ini, ketiga tim pemenang memiliki kesamaan topik besar penelitian dengan mencari pembeda diantara mereka yang diabetes dan tidak, sehingga dapat ditemukan penanda yang potensial (potential marker) untuk dikembangkan, baik sebagai terapi diabetes ataupun parameter baru dalam deteksi dini diabetes.

Selama satu tahun ke depan, tim terpilih akan mengimplementasikan ide yang sudah mereka tuangkan dalam proposal penelitiannya dengan bantuan dana penelitian dari NRC Grant ini. Setelah periode penelitian berakhir, dunia kesehatan akan mendapatkan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru terkait hasil penelitian yang telah mereka lakukan.

Pada akhirnya, Nutrifood berharap semoga ajang ini mampu mewadahi para peneliti di Indonesia untuk terus berinovasi melakukan riset yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya terkait pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.

 

18.000 Petisi #Hands4Diabetes Terkumpul dalam Perayaan World Diabetes Day di 40 Kota di Indonesia!

Halaman: 
Penulis : Riana