logo


Pendidikan Tinggi Bukan Solusi Menembus Revolusi Media

Konferensi ini dimeriahkan 26 AJI kompleks membahas tentang wajah jurnalisme di masa depan memasuki level digitas.

24 November 2017 16:53 WIB

Event Aliansi Jurnalis Independen di Hotel Sunan, Solo, Jumat (24/11).
Event Aliansi Jurnalis Independen di Hotel Sunan, Solo, Jumat (24/11). dok.jitunews

SOLO, JITUNEWS.COM- Agenda kedua hajatan jurnalisme yang memasuki hari ke empat berlanjut ke Sunan Hotel, Solo, pada hari Jumat (24/11). 

Gelaran itu bertajuk 'jurnalims in the age of the 4th industrial revolution'. Era revolusi generasi keempat menghadirkan 6 nara sumber terbaik seperti ketua AJI, Roby Muhamad, A. Sapto Anggoro, Wahyu Dhyatmika, Sabine Tores (Prancis), Jane Worthington, dr. Ranga Kalansooriya (Denmark) dan Irene Jay Liu (APAC Google).

Konferensi ini dimeriahkan oleh 26 AJI kompleks membahas tentang wajah jurnalisme masa depan memasuki level digitas. Media kini berbeda dengan dulu yang dianggap sebagai alat pencuci otak, AJI berperan untuk melawan Orde Baru.


Digelar Oktober, Synchronize Fest 2017 Siapkan Kejutan Berbeda dari Tahun Sebelumnya

Apa yang dianggap oleh media elektronik dan media sosial hasilnya berbeda dengan isu yang bukan lagi homogen tapi sudah beragam. Pasalnya timeline orang berbeda-beda dalam menentukan kebenaran yang berasal dari alogaritma. Melihat tingkat literasi, orang berpendidikan pun tidak mampu menghentikan berita kebenaran.

"Makin berpendidikan seseorang makin rentan mereka terkena hoaks dan semacamnya karena mereka andalkan opini yang mereka anggap lebih baik daripada orang awam" ungkap Robby Muhammad dari Indonesian Sociologist and Lecture of Psychology Faculty Universitas Indonesia.

Reporter: Amalia Syahida (Solo)

Para Jurnalis Bakal Debat Kasus Kekerasan Jurnalis

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari