logo


Usaha Ice Cream Sandwich, Kian Booming di Indonesia

Bisa menghasilkan omset per bulan hingga Rp 41 juta.

30 Desember 2014 09:14 WIB

Salah satu both Latitude Ice Cream Sandwich yang berada di Teras Kota
Salah satu both Latitude Ice Cream Sandwich yang berada di Teras Kota

TANGERANG, JITUNEWS.COM - Pernah mendengar Ice Cream Sandwich ? Dilihat dengan kasat mata, menu ini merupakan es potong yang dilapisi potongan roti, sehingga tampak seperti sandwich. Meski menu ini merupakan jajanan khas Singapura, namun kini ice cream sandwich banyak digemari masyarakat Indonesia, terutama kalangan muda. Hal ini tentunya membuka peluang bagi siapa saja yang ingin menggeluti usaha khas Negeri Singa ini.

Dan salah satu usaha berbasis ice cream sandwich yang kini tengah berkembang adalah Latitude Ice Cream Sandwich asal Tangerang. Hebatnya, usaha yang digawangi oleh Christianto (24) dan Fransisca Fortunata (24) ini, bisa menghasilkan omset per bulan hingga Rp 41 juta. Menjanjikan !!

Dituturkan Chris, begitu ia biasa disapa, seringnya menikmati ice cream sandwich saat bertandang ke Negeri Singa, menginspirasi dirinya untuk membuka usaha serupa di Indonesia. Bak gayung bersambut, keinginan yang sama juga dimiliki Fransisca Fortunata atau akrab dipanggil Icha, yang tak lain adalah kekasih Chris.


Kisah Kopi, Tawarkan Cita Rasa Kopi Nikmat Khas 'Buatan Nenek'

Untuk memenuhi keinginan tersebut, Chris dan Icha mulai mengamati pasar. Keduanya melihat seberapa besar peluang membuka usaha ice cream sandwich di Indonesia. Satu bulan kemudian, tekad pria lulusan Universitas Bina Nusantara Internationa Jakarta ini pun semakin besar. Pasalnya, meski banyak penjual yang menawarkan es krim namun masih jarang sekali pelaku usaha yang menawarkan ice cream sandwich di Indonesia.

Akhirnya pada bulan Februari 2014, pasangan kekasih ini mulai menekuni usaha berbasis ice cream sandwich dengan menawarkan 13 varian rasa ice cream sandwich yang diantaranya Vanilla, Strawberry, Cookies and Cream, Cappuccino, Double Chocolate, Peppermint, Taro, Red Velvet, Durian, dan Green Tea yang dijual dengan harga sekira Rp 10.000-Rp 12.000 per porsi.

Dan sebagai lokasi, Chris dan Icha ini memilih area mal yakni di Mal Teras Kota Lantai 1 BSD - Tangerang, dengan harga sewa Rp 5 juta untuk gerai seluas 4,5 m². Karena menyasar mal, pasangan kekasih ini memanfaatkan booth sebagai display usahanya. Agar menarik, mereka mendesain booth-nya semenarik mungkin sehingga terlihat eye catching.   

Tak hanya mengandalkan booth, untuk mempromosikan menu-menunya Chris dan Icha juga memanfaatkan berbagai media sosial dan internet. Bagi mereka, sarana media online terbilang efektif untuk menjaring konsumen, apalagi cakupannya yang terbilang luas.

Meski hanya mengandalkan teknik penjualan yang sederhana, yakni mulai dari lokasi strategis, booth yang eye catching, hingga promo via media komunikasi dan internet, namun dalam sehari Chris dan Icha mampu menjual 100-150 pieces ice cream sandwich dengan omset per harinya sekitar Rp 1,3 juta. Dan bila diakumulasikan dalam hitungan per bulan, setidaknya pasangan kekasih ini mampu menjual 3.000-4.500 pieces dengan penghasilan mencapai Rp 41 juta. Sedangkan keuntungan bersihnya bisa mencapai 27% atau sekitar Rp 11 juta per bulan.

Meski baru setahun berjalan, namun pemasukan yang terbilang fantastis, membuat pasangan kekasih ini optimis untuk terus melanjutkan usaha ice cream sandwich. Cukup menjanjikan kan usaha ini ?

 

Roemah Rempah Spa Sabet Penghargaan Prestisius The Most Promising Brand 2019

Halaman: 
Penulis : Christophorus Aji Saputro, Hasballah