logo


Kuliah Umum Jurnalisme Data AJI Bahas Ulasan Isu Pemberitaan Semu

Acara ini merupakan serangkaian agenda Festival Media sebagai ajang sharing dengan mahasiswa seputar pengelolaan data journalism.

22 November 2017 22:30 WIB

Kuliah Umum Jurnalisme Data di Fisip UNS, Solo, Rabu (22/11).
Kuliah Umum Jurnalisme Data di Fisip UNS, Solo, Rabu (22/11). dok.jitunews

SOLO, JITUNEWS.COMBeberapa isu diulas kembali dalam Kuliah Umum Jurnalisme Data bersama Beritagar.id di Fisip UNS, Solo, Rabu (22/11).

Acara ini merupakan serangkaian agenda Festival Media sebagai ajang sharing dengan mahasiswa seputar pengelolaan data journalism. Ulasan terkait isu yang memiliki data-data signifikan, namun ternyata dibalik data visual terdapat beberapa kejanggalan jika diselubungi lebih detail lagi. Isu di Indonesia seketika menghilang bahkan seakan mengambang akibat pemilik media yang berorientasi mengejar rating. Yang belakangan ini dalam pemberitaan krusial ataupun yang dianggap sepelepun tanpa ada pengusutan tuntas.

Data yang diperlukan seperti meta data mewakili cerita kronologi kejadian pada Bom Sarinah Januari 2016, ketika kejadian ditemukan sebuah foto pelaku teroris dibelakang pohon selesai jalankan aksinya yang pada saat itu didekatnya terlihat polisi terluka parah.


Jurnalis Punya Hajat, Solo Jadi Tuan Rumah

Isu simpang siur Awan Comulonimbus dari awal tidak ada yang menjelaskan kronologi kejadian diperlihatkan instrument rekaman pesawat, rekaman pembicaraan tim kopilot dari data perilaku pesawat dan pilot disitu dapat gambarannya yang berguna sebagai penelitian. Ini basis data tanpa menginvestigasikan rekaman yang sudah ada.

Isu pilkada DKi berdebat saja dengan kinerjanya tetapi pengumpulan data progress Jakarta dari segi ekonomi dan jumlah kondisi jalan agar publik tahu. Gambaran real mencatat semua suara di TPs sumber data utama KPU yang jadi masalah KPU tak mendorong dengan fitur sehingga data disusun scrap manual record suara lewat tim IT sendiri. Putaran pertama adu data setiap kelurahan dan agama di tiap kelurahan . Yang mendukung Ahok di daerah yang penduduk agama Islam di bawah 80 persen. Dengan korelasi yang random.

Isu musim demam berdarah dilihat dari overline dua data jumlah periode pasien penderita DBD di rumah sakit dan curah hujan di periode yang sama dilakukan berupa pengkorelasian dengan database publik.
Isu soto berdasarkan bumbu yang di simpulkan oleh seorang Ibu rumah tangga ahli taksonomi asal Denmark yang meriset kompenen bumbu soto seluruh Indonesia yang jadi komposisi kemudian dihubungkan berdasarkan taksonomi mana soto yang masih menarik garis keluarga.

Isu pengumuman penilaian tes CPNS yang menghabiskan sebulan lebih dari sekitar 2600 lembar yang di seleksi secara manual dalam bubuhan tanda tangan asli tiap lembarnya kemudian di scan dengan format (.pdf). Ketika diadakan investigasi simulasi sendiri menakjubkan waktu yang dihabiskan sekitar 27 hari atau 216 jam. Bagian olah data simulasi ini sangat menarik dengan data rolling. Seharusnya lebih cepat.

“Di dalam UU KIP ada prinsip yang mengatakan bahwa pengakses informasi itu harus mendapatkan informasi public yang dikeluarkan dari badan publik secara cepat dan masuk akal” jelas Rahadian Ratna Paramita, Wakil Pemimpin Redaksi Beritagar.id

Reporter: Amalia Syahida (Solo)

Ketua Fraksi PKS DPR Ajak Akademisi Kembangkan Ilmu Politik Islam

Halaman: 
Penulis : Ratna Wilandari
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex