logo


Teror di Papua, PKS: Jangan Biarkan Ada Kelompok Bersenjata Ilegal di Negeri Ini

Jazuli meminta aparat keamanan (TNI/Polri) untuk sesegera mungkin membebaskan sandera dengan selamat

16 November 2017 09:58 WIB

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini.
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. pks.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengecam aksi penyanderaan warga sipil oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"Atas nama Fraksi PKS saya mengecam aksi penyanderaan ini, prihatin terhadap korban penyanderaan, dan meminta Kelompok Bersenjata Papua menghentikan aksi tidak bermartabat ini," ujar Jazuli di Jakarta pada hari Rabu (15/11).

Dalam hal ini, Jazuli meminta aparat keamanan (TNI/Polri) untuk sesegera mungkin membebaskan sandera dalam keadaan selamat serta memulihkan stabilitas keamanan di Papua sehingga tidak berkembang semakin buruk.


Penyanderaan Warga di Mimika Dapat Dikategorikan sebagai Teroris Supersif

"Kita mempercayakan dan mendukung penuh upaya Polri dan TNI untuk melakukan pembebasan dan penyelamatan sandera secara terukur dan efektif sehingga seluruh sandera bebas dan selamat," tuturnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini juga berharap kepada pemerintah khususnya aparat keamanan untuk segera melumpuhkan Kelompok Bersenjata ini karena sudah mengganggu keamanan dan kehidupan warga Papua.

"Kita berharap polisi bisa cepat dan tegas menangani kelompok ini yang sudah jelas-jelas bersenjata, seperti polisi menangani dan melumpuhkan terduga teroris. Jangan biarkan di negeri ini ada kelompok yang bersenjata secara ilegal mengancam warga. Ini sangat berbahaya bukan saja bagi Papua tapi dikhawatirkan merembet ke mana-mana," pungkasnya.

Untuk diketahui, informasi yang dirilis media, jumlah sandera mencapai 1.300 orang di Desa Kimbely dan Desa Banti, Mimika, Papua. Warga masih bisa beraktivitas namun tidak bisa meninggalkan kampungnya. Mereka diancam dan diintimidasi bahkan ada yang mengalami tindak kekerasan.

Polri Tak Konsisten Gunakan Istilah Terorisme Terhadap Penyanderaan di Papua

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Nugrahenny Putri Untari