logo


Para Jurnalis Bakal Debat Kasus Kekerasan Jurnalis

Ratusan jurnalis dari Lhokseumawe hingga Jayapura bakal ikuti kongres serta rangkaian acara Festival Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017

15 November 2017 06:45 WIB

Konferensi pers Festival Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017, Selasa (14/11)
Konferensi pers Festival Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017, Selasa (14/11) Jitunews/Amalia

SOLO, JITUNEWS.COM – Ratusan jurnalis dari Lhokseumawe hingga Jayapura bakal ikuti kongres serta rangkaian acara Festival Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2017. Berbeda dengan kongres sebelumnya, kali ini diselenggarakan dalam satu rangkaian acara dengan Festival Media yang diadakan di kota Solo.

Setelah agenda Festival Media usai yang dilakukan selama tiga hari 21-24 November 2017, para pengurus dan perwakilan AJi dari 38 kota akan mengikuti rangkaian Kongres di The Sunan Hotel yang akan dibuka pada malam hari di Lokananta, Solo. Dalam forum Kongres menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik, Kode Perilaku, Peraturan Organisasi dan Pokok Program Kerja selama tiga tahun kedepan.

"Tamunya wakil semua AJI daerah di Indonesia mulai dari Lhokseumawe sampai Jayapura.Di sana nanti bakal melihat bagaimana para jurnalis berkongres dan berdebat memikirkan Indonesia Raya," kata panitia Festival Media, Ichwan Prasetyo kepada Jitunews di Sunan Hotel Solo, Selasa (14/11).


Dewan Pers Apresiasi Keberadaan IWO

Pergantian pengurus dalam Kongres yang ke- X ada dua kandidat calon ketua AJI yakni Abdul Manar dari Tempo mantan Sekjen AJI, dan Mas Sofyan Kibajur magister AJI wajah lama bagi semangat baru.

Pengadaan evaluasi laporan pertanggung jawaban Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal saat ini. Selain itu, di Kongres ini juga akan menetapkan anggota Majelis Pertimbangan Organisasi Nasional dan Badan Pengawas Keuangan Nasional. Tetapi pemilihan pengurus ini adalah sebagian kecil dari agenda besar kongres justru yang terpenting bagaimana merumuskan visi misi menghadapi tantangan media dalam tiga atau empat tahun kedepan.

Bahasan pokok Kongres kali ini akan mengerucut pada isu kekerasan jurnalis dimana kode perilaku wajib diperuntukkan kepada jurnalis. Terlebih di era ini banyak jurnalis yang memanfaatkan media sosial dalam peliputan maka dari itu diperlukan standar berperilaku. Sehingga tak berujung pada ancaman kekerasan pada dirinya. Kekerasan jurnalis ini jadi momok penting dalam pembahasan forum kali ini kurangnya suatu penanganan dan hanya berhenti pada mediasi level raport polisi tanpa adanya proses tindakan menjadikan angka indeks pembebasan pers menurun karena pers tak berkutik.

Maka dari itu melalui Kongres ini di harapkan AJI mendorong adanya ketegasan hukum untuk menindak para pelaku dengan mencari terobosan baru dalam format penanganan dan antisipasi. Dari Festival Media ini juga akan diangkat beberapa bahasan yang terkait dengan isu mengenai perkembangan dalam kasus kekerasan dalam jurnalis.

"Nantinya setiap kasus kekerasan dapat diproses dan tidak hanya dengan meminta maaf atau jalan damai. Bila tidak ada jaminan hukum dalam kasus ini akan membuat jurnalis tidak aman," jelas Ichwan.

Reporter: Amalia (Solo)

Jurnalis Punya Hajat, Solo Jadi Tuan Rumah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata