logo


Digugat Setya Novanto ke MK, KPK Siap Hadapi

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menggugat Pasal 46 ayat 1 dan 2 dan Pasal 12 UU KPK

14 November 2017 05:00 WIB

Gedung KPK baru.
Gedung KPK baru. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COMKetua DPR, Setya Novanto melalui pengacaranya, Fredrich Yunadi melaporkan sejumlah pasal Undang Undang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK). KPK mengaku siap menghadapi gugatan terhadapnya.

"Tapi kami pastikan hal itu tak akan memperlambat atau mengurangi keseriusan KPK untuk menangani kasus e-KTP. Kalaupun nanti ada persidangan di MK dan KPK dipanggil oleh MK sebagai pihak terkait, tentu akan kami hadapi," ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Senin (13/11).

Fredrich menggugat Pasal 46 ayat 1 dan 2 UU KPK terkait pemeriksaan tersangka bertentangan dengan UUD 1945 Pasal 20A ayat 3, yang mengatur hak imunitas anggota DPR saat menjalankan fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.


KPK Pelajari Laporan Masyarakat Soal Dugaan Halangi Penyidikan oleh Pengacara Setya Novanto

Dan juga Pasal 12 UU KPK soal kewenangan KPK terkait pencegahan ke luar negeri maupun pencekalan terhadap seseorang. Menurut Fredrich, aturan tersebut bertentangan dengan putusan MK yang menyatakan wewenang Imigrasi untuk mencegah seseorang ke luar negeri bagi seseorang dinyatakan inkonstitusional.

"Sebelumnya, seingat saya, keputusan MK itu menguji UU Imigrasi. Bagian yang diuji terkait dengan batas waktu perpanjangan 6 bulan tersebut dan MK sudah memberikan tafsir di sana. Sekarang kalau benar yang diuji Pasal 12 khusus untuk pencegahan ke luar negeri, silakan saja nanti MK akan melihat konstitusionalitas pasal tersebut," kata Febri.

"Sebelum putusannya dijatuhkan, tentu saja kewenangannya masih tetap melekat dan pencegahan ke luar negeri masih dapat dilaksanakan," tambah Febri.

Soal Hak Imunitas Novanto, KPK: Tidak Mencakup Melindungi Orang Terkait Korupsi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata